Tampon, Pembalut, Menstrual Cup: Mana Yang Sebenarnya Lebih Aman?
30 Sep 2026 11:25 WIB

Tampon, Pembalut, Menstrual Cup: Mana Yang Sebenarnya Lebih Aman?

Kenali perbedaan tampon, pembalut, dan menstrual cup untuk menjaga kebersihan saat menstruasi.

Tampon, Pembalut, Menstrual Cup: Mana Yang Sebenarnya Lebih Aman?

Ada beberapa pilihan produk untuk menampung darah menstruasi, seperti tampon, pembalut, dan menstrual cup. Di Indonesia, pembalut sekali pakai masih paling banyak digunakan, sedangkan tampon dan menstrual cup masih terbilang tabu karena digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam vagina.

Padahal, ketiganya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, termasuk dari sisi kebersihan, kenyamanan, biaya, dan dampaknya terhadap lingkungan.

Simak Juga: Kenapa Menstruasi Bisa Hilang Setelah Olahraga Berat? Ini Yang Terjadi Di Dalam Tubuh

Tampon

Tampon, Pembalut, Menstrual Cup: Mana Yang Sebenarnya Lebih Aman?

Tampon berbentuk silinder kecil dan terbuat dari bahan penyerap seperti kapas, rayon, katun, atau campurannya. Tampon digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam vagina untuk menyerap darah menstruasi.

Kelebihan tampon

  • Menempati peringkat kedua terbaik dalam personal hygiene.
  • Dapat menyerap darah menstruasi.
  • Tidak ada paparan terus-menerus antara darah menstruasi dan vagina sehingga dapat menurunkan potensi infeksi bakteri.
  • Dapat diganti setiap 6 jam sehingga lebih praktis dibandingkan pembalut.

Kekurangan tampon

  • Harganya paling mahal dibandingkan pilihan lainnya.
  • Penggunaannya dengan cara dimasukkan ke vagina masih dianggap tabu bagi sebagian wanita di Indonesia.
  • Pada perempuan yang belum menikah, terdapat risiko merobek selaput dara. Risikonya bergantung pada ketegangan otot vagina setiap individu.

Pembalut

Tampon, Pembalut, Menstrual Cup: Mana Yang Sebenarnya Lebih Aman?

Pembalut berbentuk persegi panjang dan ditempelkan pada pakaian dalam untuk menyerap darah menstruasi serta mencegah darah tembus atau bocor.

Rata-rata pembalut dapat menampung sekitar 10–20 mL darah menstruasi, atau kurang lebih satu sendok teh.

Kelebihan pembalut

Pembalut banyak digunakan karena:

  • Harganya murah.
  • Mudah ditemukan.
  • Sudah familiar bagi banyak wanita.
  • Nyaman digunakan.
  • Aman.
  • Tidak perlu dimasukkan ke dalam vagina.
  • Dapat menyerap darah menstruasi.

Kekurangan pembalut

Pembalut perlu diganti setiap 3–4 jam. Dalam satu kali menstruasi, seseorang dapat membutuhkan sekitar 20–28 pembalut.

Selain itu, penggunaan pembalut membuat vagina terus terpapar darah menstruasi sehingga dapat meningkatkan potensi infeksi bakteri. Pembalut juga mengandung berbagai bahan yang kurang ramah lingkungan, seperti plastik, dioksin, pestisida, herbisida, pemutih, dan bahan lainnya.

Darah menstruasi yang tertampung pada pembalut juga dapat menimbulkan bau tidak sedap. Permukaan pembalut yang kasar dapat menyebabkan iritasi.

Dari sisi lingkungan, pembalut yang dibakar di tempat pembuangan sampah yang tidak dikelola dapat menghasilkan senyawa kimia berbahaya yang mencemari tumbuhan. Jika dibuang ke sungai, pembalut dapat menyebabkan banjir dan kematian biota air.

Baca Juga: Fakta & Mitos Gunting Kuku dan Keramas Saat Haid!

Menstrual Cup

Tampon, Pembalut, Menstrual Cup: Mana Yang Sebenarnya Lebih Aman?

Menstrual cup berbentuk seperti lonceng atau cawan dan digunakan untuk menampung darah menstruasi. Alat ini terbuat dari silikon yang fleksibel dan bekerja dengan membentuk vakum saat digunakan di dalam vagina.

Kapasitas menstrual cup sekitar 15–40 mL, atau sekitar dua kali lebih banyak dibandingkan pembalut yang dapat menampung sekitar 10–20 mL darah menstruasi sekali pakai.

Kelebihan menstrual cup

  • Menempati peringkat pertama terbaik dalam personal hygiene.
  • Jika dilihat dari fungsi dan cara penggunaannya, dapat menjadi pilihan yang paling murah dibandingkan tampon atau pembalut.
  • Dapat dicuci dan digunakan kembali.
  • Dapat digunakan berkali-kali hingga mencapai sekitar 8 tahun.
  • Praktis.
  • Membantu mendukung gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Kekurangan menstrual cup

  • Penggunaannya dengan cara dimasukkan ke vagina masih dianggap tabu bagi sebagian wanita di Indonesia.
  • Bagi orang yang takut melihat darah, darah yang tertampung di menstrual cup dapat terasa menakutkan.
  • Pada perempuan yang belum menikah, terdapat risiko merobek selaput dara. Risikonya bergantung pada ketegangan otot vagina setiap individu.

Tampon, Pembalut, Menstrual Cup: Mana yang Sebenarnya Lebih Aman?

Tampon, Pembalut, Menstrual Cup: Mana Yang Sebenarnya Lebih Aman?

image source: https://www.honestdocs.id/kenali-perbedaan-pembalut-tampon-dan-menstrual-cup

Tampon, pembalut, dan menstrual cup sama-sama dapat digunakan untuk menampung darah menstruasi. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan dari sisi kebersihan, kenyamanan, biaya, penggunaan, serta dampak terhadap lingkungan.

Menstrual cup memiliki peringkat terbaik dalam personal hygiene, sedangkan tampon berada di peringkat kedua. Sementara itu, pembalut tetap menjadi pilihan yang paling familiar, mudah didapatkan, dan tidak perlu dimasukkan ke dalam vagina.

Karena itu, memahami cara penggunaan dan karakteristik setiap produk penting agar pilihan produk menstruasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

FAQ

Apakah tampon dan menstrual cup dimasukkan ke dalam vagina?

Ya. Tampon digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam vagina untuk menyerap darah menstruasi, sedangkan menstrual cup dimasukkan ke dalam vagina untuk menampung darah menstruasi.

Berapa banyak darah yang dapat ditampung pembalut?

Pembalut rata-rata dapat menampung sekitar 10–20 mL darah menstruasi.

Berapa kapasitas menstrual cup?

Menstrual cup dapat menampung sekitar 15–40 mL darah menstruasi.

Berapa lama menstrual cup dapat digunakan?

Menstrual cup dapat dicuci dan digunakan kembali berkali-kali. Penggunaannya dapat mencapai sekitar 8 tahun.

Seberapa sering pembalut perlu diganti?

Pembalut perlu diganti sekitar setiap 3–4 jam.

Apakah tampon perlu diganti?

Tampon dapat diganti setiap 6 jam.

Kesimpulan

Tampon, pembalut, dan menstrual cup memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pembalut lebih familiar dan mudah didapatkan, tampon praktis digunakan, sedangkan menstrual cup dapat digunakan kembali dan memiliki peringkat terbaik dalam personal hygiene.

References

  • Hervianto, E. (2025, November 25). Belum Menikah, Bisakah Memakai Menstrual Cup? Retrieved from https://www.halodoc.com/artikel/belum-menikah-bisakah-memakai-menstrual-cup
  • Puspa, N. F. (2020). Dampak Sampah Pembalut terhadap Lingkungan. FMIPA UNS.
  • Rusdiana, M. (2022). Perbandingan Hygiene Menstruasi pada Wanita Usia Reproduksi Antara yang Menggunakan Pembalut dengan Menstrual Cup. Risenologi, 89-93.
  • Seifany, M. (2023). Perancangan Media Kampanye "Nyaman Saat Haid Dengan Menstrual Cup" sebagai Alternatif Pembalut Sekali Pakai di Denpasar. Jurnal Selaras Rupa, 18-26.
  • Siloam. (2025, November 3). Tampon: Cara Memakai yang Benar dan Risiko Kesehatannya. Retrieved from https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-tampon
  • Warashinta, D. L. (2021). Analysis of the Use of Menstrual Pad, Tampons, and Menstrual Cup During Menarche. Journal of Community Health and Preventive Medicine, 24-31.
  • Wulandari, T. (2024, September 25). Apa Itu Pembalut? Ini Fungsi dan Jenis-jenis yang Perlu Diketahui. Retrieved from https://yoona.id/blog/mengenal-fungsi-pembalut/

Baca Artikel Menses Lainnya di Official Website Menses

Untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap, artikel terkait, dan berbagai edukasi seputar menstruasi serta kesehatan wanita, kunjungi Official Website Menses.

Temukan berbagai informasi menarik dan mudah dipahami melalui:

Yuk, lanjut baca artikel Menses lainnya untuk menambah informasi dan membantu kamu lebih memahami kesehatan tubuh serta siklus menstruasi.