Kenapa Menstruasi Bisa Hilang Setelah Olahraga Berat? Ini Yang Terjadi Di Dalam Tubuh
30 Sep 2026 11:18 WIB

Kenapa Menstruasi Bisa Hilang Setelah Olahraga Berat? Ini Yang Terjadi Di Dalam Tubuh

Olahraga berat bisa memengaruhi hormon dan siklus menstruasi. Kenali penyebab dan cara menjaga kesehatan menstruasi.

Kenapa Menstruasi Bisa Hilang Setelah Olahraga Berat? Ini Yang Terjadi Di Dalam Tubuh

Kenapa menstruasi bisa hilang setelah olahraga berat? Salah satu penyebabnya adalah tubuh membakar energi lebih banyak daripada energi yang masuk. 

Kondisi ini dapat terjadi ketika olahraga dilakukan terlalu sering atau terlalu berat, terutama jika disertai penurunan berat badan secara mendadak dan tubuh terlalu kurus.

Tubuh membutuhkan energi untuk menjalankan siklus menstruasi. Saat energi yang tersedia terlalu sedikit, kondisi ini dapat memengaruhi kadar hormon. 

Olahraga yang terlalu berat juga dapat mengurangi lemak tubuh sehingga kadar hormon menurun dan menyebabkan menstruasi terlambat atau bahkan berhenti.

Gangguan produksi hormon estrogen dan kolesterol juga dapat menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur.

Baca Juga: Fakta & Mitos Gunting Kuku dan Keramas Saat Haid!

Frekuensi dan Jenis Olahraga

Kenapa Menstruasi Bisa Hilang Setelah Olahraga Berat? Ini Yang Terjadi Di Dalam Tubuh

Frekuensi olahraga dapat dibedakan menjadi:

  • Normal: 5 kali seminggu
  • Berat: lebih dari 5 kali seminggu

Sementara berdasarkan jenisnya:

  • Sedang: atletik, lompat jauh, lempar lembing, lempar cakram, takraw, dan senam.
  • Berat: taekwondo, karate, dan pencak silat.
  • Sangat berat: maraton.

Manfaat Olahraga

Manfaat Olahraga

Olahraga tetap memiliki banyak manfaat jika dilakukan dengan tepat, antara lain:

  1. Menjaga kebugaran jasmani.
  2. Membantu terhindar dari berbagai penyakit.
  3. Meningkatkan daya tahan tubuh.
  4. Meningkatkan kesehatan.
  5. Mencapai atau mempertahankan berat badan ideal.

Female Athlete Triad dan Gangguan Menstruasi

Female Athlete Triad dan Gangguan Menstruasi

image source: https://mooc.ugm.ac.id/courses/strategi-gizi-dalam-menangani-sindrom-female-athlete-triad/

Female athlete triad adalah tiga kondisi yang saling berhubungan dan dapat dialami atlet wanita ketika keseimbangan energi dan status gizi tidak terpenuhi. Ketiganya meliputi:

  1. Ketersediaan energi rendah.
  2. Gangguan menstruasi.
  3. Gangguan kesehatan tulang.

Menstruasi tidak teratur hingga amenore

Penggunaan energi berlebihan dan malnutrisi dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur hingga berhenti atau disebut amenore.

Malnutrisi menjadi salah satu faktor utama penyebab hipoestrogenisme, yaitu produksi estrogen yang rendah. Olahraga berlebihan juga dapat menyebabkan gangguan pada fungsi otak dan memengaruhi produksi hormon gonadotropin. Penurunan hormon ini menjadi faktor utama terjadinya hipoestrogenisme dan dapat mengganggu siklus menstruasi.

Pengeroposan tulang

Aktivitas fisik dapat membantu mencegah osteoporosis. Namun, keteraturan menstruasi juga penting bagi wanita usia subur.

Hipoestrogenisme akibat olahraga berlebihan dapat meningkatkan risiko osteoporosis. Penurunan hormon estrogen dapat menyebabkan proses resorpsi tulang, yaitu pemecahan dan penyerapan tulang, meningkat.

Pertumbuhan endometrium tidak normal

Gangguan menstruasi hingga amenore dapat terjadi akibat perubahan hormon, terutama minimnya progesteron. Kondisi ini dapat membuat jaringan endometrium atau dinding rahim mengecil.

Akibatnya, dinding rahim menjadi lebih dangkal dan kecil dengan kelenjar-kelenjar yang tidak aktif.

Kemandulan

Gangguan fungsi otak dapat menurunkan produksi hormon gonadotropin dan menekan hormon menstruasi seperti estrogen dan progesteron.

Jika hormon-hormon tersebut tidak diproduksi atau jumlahnya terlalu sedikit, kondisi ini dapat menyebabkan kemandulan pada wanita usia subur akibat perubahan pada kondisi rahim.

Baca Juga: Menstruasi dan Mood - Cuma Baper atau Ada Penjelasan Biologisnya?

Cara Menjaga Kesehatan Menstruasi

Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan menstruasi antara lain:

  1. Penuhi kebutuhan energi dan nutrisi
    Pastikan terdapat keseimbangan energi dari karbohidrat, lemak, dan protein karena ketiganya menjadi sumber tenaga dan cadangan energi.
  2. Cukupi istirahat dan pemulihan
    Istirahat yang cukup diperlukan agar pertumbuhan otot dapat berlangsung optimal sekaligus membantu menyeimbangkan hormon.
  3. Atur intensitas latihan
    Intensitas latihan yang baik adalah 5 kali dalam seminggu dengan 2 kali istirahat.
  4. Pantau siklus menstruasi
    Catat perubahan siklus menstruasi di kalender. Cara ini dapat membantu mengetahui apakah siklus masih normal atau mulai mengalami gangguan.

Kesimpulan

Olahraga memiliki banyak manfaat, tetapi olahraga yang terlalu berat dapat membuat tubuh kekurangan energi dan memengaruhi hormon. Kondisi tersebut dapat menyebabkan menstruasi menjadi tidak teratur hingga berhenti.

Menjaga keseimbangan energi dan nutrisi, mengatur intensitas latihan, cukup beristirahat, serta memantau siklus menstruasi penting untuk membantu menjaga kesehatan menstruasi.

FAQ

Apakah olahraga berat bisa membuat menstruasi berhenti?

Ya. Olahraga yang terlalu berat dapat menyebabkan penggunaan energi berlebihan dan memengaruhi hormon sehingga menstruasi dapat terlambat atau berhenti.

Apa yang dimaksud dengan female athlete triad?

Female athlete triad terdiri dari ketersediaan energi rendah, gangguan menstruasi, dan gangguan kesehatan tulang yang saling berhubungan.

Berapa kali olahraga dalam seminggu yang disebut berat?

Dalam pembagian pada artikel ini, olahraga lebih dari 5 kali seminggu termasuk frekuensi olahraga berat.

Bagaimana cara menjaga kesehatan menstruasi saat rutin berolahraga?

Pemenuhan energi dan nutrisi, istirahat yang cukup, pengaturan intensitas latihan, serta pemantauan siklus menstruasi menjadi bagian penting untuk menjaga kesehatan menstruasi.

References

  • Adinda, D. (2022). Pengaruh Olahraga Terhadap Keteraturan Siklus Menstruasi Pada Mahasiswi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang. Semnas Bio, 623-628.
  • Gayatri, S. W. (2022). Pengaruh Intensitas Olahraga Terhadap Siklus Haid Atlet. WHJ, 13-19.
  • Mufarokhah, H. (2025). Osteoporosis Prevention Efforts in Middle-aged Women. Medical Nursing Journal, 1-7.
  • Widari. (2025). Hubungan Antara Olahraga dengan Keajdian Amenorea pada Wanita Usia Subur (WUS) di Puskesmas Kenten Palembang. Jurnal Penelitian Pendidikan Bidan, 142-148.

Baca Artikel Menses Lainnya di Official Website Menses

Untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap, artikel terkait, dan berbagai edukasi seputar menstruasi serta kesehatan wanita, kunjungi Official Website Menses.

Temukan berbagai informasi menarik dan mudah dipahami melalui:

Yuk, lanjut baca artikel Menses lainnya untuk menambah informasi dan membantu kamu lebih memahami kesehatan tubuh serta siklus menstruasi.