Fakta fakta Bercinta saat Menstruasi
26 Oct 2026 17:08 WIB

Fakta fakta Bercinta saat Menstruasi

Pahami keamanan, risiko kehamilan, IMS, dan tips menjaga kenyamanan saat berhubungan intim ketika haid.

Fakta fakta Bercinta saat Menstruasi

Fakta fakta Bercinta saat Menstruasi penting diketahui oleh setiap pasangan. Secara medis, berhubungan seksual saat haid bukanlah larangan mutlak. Namun, kenyamanan, persetujuan bersama, penggunaan perlindungan, dan kondisi kesehatan tetap perlu diperhatikan.

Simak Juga: Apa Itu PCOS? Kenali Gejala dan Dampaknya terhadap Kesehatan

Apa yang Terjadi pada Tubuh saat Menstruasi?

Fakta fakta Bercinta saat Menstruasi

Menstruasi terjadi ketika lapisan dinding rahim (endometrium) meluruh dan keluar sebagai darah melalui vagina karena tidak terjadi kehamilan. Perubahan hormon selama haid juga dapat memengaruhi gairah seksual, suasana hati, dan energi.

Sebagian perempuan merasa lebih bergairah, sedangkan yang lain mengalami kram atau nyeri punggung. Keduanya merupakan hal yang wajar.

Apakah Bercinta saat Menstruasi Aman?

Fakta fakta Bercinta saat Menstruasi

Hubungan seksual saat menstruasi dapat dilakukan jika kedua pihak merasa nyaman dan menyetujuinya. Sebuah ulasan ilmiah mencatat bahwa sekitar 4–43% pasangan melakukannya secara rutin.

Tidak ada kewajiban untuk berhubungan seksual ketika salah satu pihak merasa risih atau tidak nyaman. Bicarakan keinginan dan batasan masing-masing secara terbuka sebelum mengambil keputusan.

Simak Juga: Haid Lebih dari 10 Hari tapi Sedikit? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Benarkah Bercinta saat Haid Tidak Bisa Menyebabkan Kehamilan?

Anggapan tersebut keliru. Kehamilan tetap mungkin terjadi saat menstruasi, terutama jika ovulasi berlangsung lebih awal pada siklus yang pendek.

Sperma dapat bertahan di saluran reproduksi perempuan selama beberapa hari. Karena itu, sperma dari hubungan seksual menjelang akhir haid masih bisa bertemu sel telur yang dilepaskan setelahnya. Siklus yang tidak teratur juga membuat waktu ovulasi lebih sulit diprediksi.

Jika ingin menunda kehamilan, tetap gunakan kontrasepsi yang efektif.

Risiko Infeksi Menular Seksual saat Haid

Risiko infeksi menular seksual (IMS) tetap ada selama menstruasi. Kondom dapat mengurangi risiko penularan sekaligus membantu mencegah kehamilan, meskipun tidak menghilangkan seluruh risiko.

Darah menstruasi dapat meningkatkan kemungkinan penularan infeksi tertentu yang menyebar melalui darah jika salah satu pihak terinfeksi. Jika mengalami keputihan tidak biasa, luka pada alat kelamin, nyeri saat berkemih, atau nyeri panggul, lakukan pemeriksaan sebelum melanjutkan hubungan seksual.

Pemeriksaan IMS secara berkala dianjurkan bagi orang yang memiliki lebih dari satu pasangan seksual.

Mitos dan fakta yang perlu diluruskan

Mitos

Fakta

Hubungan seksual saat menstruasi pasti menyebabkan infeksi

Tidak pasti, risiko bergantung pada ada tidaknya infeksi dan penggunaan perlindungan.

Darah menstruasi membuat kehamilan mustahil

Kehamilan tetap mungkin terjadi

Hubungan seksual saat haid pasti meredakan kram

Sebagian orang merasa lebih nyaman, sebagian tidak

 

Tips Menjaga Kebersihan dan Kenyamanan

Agar hubungan seksual saat menstruasi lebih nyaman, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Pastikan ada persetujuan dan komunikasi terbuka.
  • Gunakan kondom dan pelumas jika diperlukan.
  • Gunakan alas handuk untuk mengurangi noda darah.
  • Bersihkan area luar kemaluan dengan air bersih.
  • Hindari douching atau membilas bagian dalam vagina karena dapat mengganggu bakteri baik.
  • Tunda hubungan seksual jika mengalami nyeri berat atau gejala infeksi yang belum diperiksa.
  • Buang tisu atau pembalut bekas dengan benar, lalu bersihkan tangan sebelum dan sesudahnya.

Kesimpulan

Fakta-fakta Bercinta saat Menstruasi menunjukkan bahwa aktivitas ini bukan larangan mutlak, tetapi tetap memiliki risiko kehamilan dan IMS. Utamakan persetujuan, kenyamanan, dan perlindungan yang tepat. Jika mengalami nyeri hebat, perdarahan berlebihan, atau demam setelah berhubungan seksual, segera periksakan diri ke tenaga kesehatan.

FAQ

1. Apakah boleh berhubungan seksual saat haid?

Boleh dipertimbangkan jika kedua pihak setuju, merasa nyaman, dan memperhatikan perlindungan serta kondisi kesehatan.

2. Apakah berhubungan saat haid bisa menyebabkan kehamilan?

Ya. Ovulasi dini dan kemampuan sperma bertahan selama beberapa hari membuat kehamilan tetap mungkin terjadi.

3. Apakah kondom perlu digunakan saat haid?

Ya. Kondom membantu mengurangi risiko IMS dan mencegah kehamilan, meskipun tidak menghilangkan seluruh risiko.

Referensi

Analyzing the association between menstrual coitus and endometriosis’ pathogenesis: A narrative review. Women’s Health (London). 2025. https://doi.org/10.1177/17455057241305072

Hegazy AA. A new look at the theoretical causes of endometriosis: Narrative review. International Journal of Reproductive BioMedicine. 2024;22(5):343–356. https://doi.org/10.18502/ijrm.v22i5.16433

Baca Artikel Menses Lainnya di Official Website Menses

Untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap, artikel terkait, dan berbagai edukasi seputar menstruasi serta kesehatan wanita, kunjungi Official Website Menses.

Temukan berbagai informasi menarik dan mudah dipahami melalui:

Yuk, lanjut baca artikel Menses lainnya untuk menambah informasi dan membantu kamu lebih memahami kesehatan tubuh serta siklus menstruasi.