11 Pilihan Makanan untuk Haid Hari Pertama Lezat yang Bantu Jaga Energi
Pilih makanan bernutrisi untuk membantu tubuh tetap bertenaga dan nyaman di hari pertama haid.
Kenali makanan yang sebaiknya dibatasi saat haid agar tubuh tetap nyaman dan bugar.
Menstruasi sering disertai kram perut, mudah lelah, perubahan suasana hati, sakit kepala, hingga perut terasa kembung. Kondisi tersebut dapat membuat aktivitas sehari-hari menjadi kurang nyaman. Karena itu, memperhatikan asupan makanan selama menstruasi menjadi salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan. Makanan yang dilarang saat Haid sebenarnya bukan berarti semua makanan tersebut wajib dihapus sepenuhnya dari menu. Istilah “dilarang” lebih tepat dipahami sebagai makanan dan minuman yang sebaiknya dibatasi karena pada sebagian orang dapat memperburuk keluhan tertentu.
Setiap wanita juga bisa memiliki respons yang berbeda. Makanan yang membuat seseorang merasa tidak nyaman belum tentu memberikan efek yang sama pada orang lain.
Meski begitu, ada beberapa kelompok makanan yang patut diperhatikan selama menstruasi. Terutama makanan yang tinggi garam, gula tambahan, lemak tertentu, serta minuman berkafein atau beralkohol.
Baca Juga: Apa Itu Menstruasi? Kenali Proses Alaminya pada Tubuh Wanita
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), perubahan pola makan dapat membantu mengurangi beberapa gejala PMS. ACOG menyarankan mengurangi asupan lemak, garam, dan gula, serta menghindari kafein dan alkohol pada wanita yang mengalami gejala PMS.
Sebelum membahas daftarnya, ada satu hal penting yang perlu diluruskan.
Tidak ada satu daftar makanan yang secara mutlak “haram” atau selalu dilarang untuk semua wanita ketika menstruasi. Tubuh setiap orang memiliki kondisi, kebutuhan nutrisi, dan sensitivitas yang berbeda.
Jadi, pembahasan makanan yang dilarang saat Haid lebih mengarah pada jenis makanan yang sebaiknya dibatasi ketika sedang menstruasi.
Misalnya, makanan sangat asin dapat membuat asupan natrium meningkat. Pada sebagian orang, kondisi ini dapat membuat rasa kembung atau retensi cairan terasa lebih mengganggu.
Begitu juga dengan kafein. Sebagian wanita dapat merasa lebih sensitif terhadap kopi atau minuman berkafein ketika mendekati atau sedang menstruasi.
Karena itu, jangan hanya berpatokan pada larangan. Perhatikan juga respons tubuh.
Jika setiap kali mengonsumsi makanan tertentu kamu mengalami kembung, mulas, sakit kepala, atau keluhan lain yang lebih berat, coba kurangi makanan tersebut dan amati perubahan yang terjadi.
Berikut beberapa jenis makanan dan minuman yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan ketika sedang menstruasi.
Makanan tinggi garam menjadi salah satu makanan yang dilarang saat Haid dalam arti sebaiknya dibatasi.
Contohnya adalah keripik, mi instan, makanan cepat saji, makanan kaleng, daging olahan, kerupuk, serta camilan kemasan.
Garam mengandung natrium. Asupan natrium yang tinggi dapat memengaruhi keseimbangan cairan dalam tubuh.
Akibatnya, sebagian orang dapat merasa lebih mudah mengalami kembung atau tubuh terasa “berat”.
ACOG juga merekomendasikan pengurangan asupan garam sebagai salah satu perubahan pola makan untuk membantu mengelola gejala PMS.
Bukan berarti kamu tidak boleh menikmati makanan favorit sama sekali.
Kuncinya adalah mengurangi porsinya dan tidak menjadikan makanan tinggi garam sebagai menu utama setiap hari.
Alternatif yang lebih baik: pilih makanan segar dan gunakan rempah seperti bawang putih, lada, kunyit, jahe, atau perasan jeruk untuk menambah rasa.
Makanan manis memang sering terasa menggoda saat menstruasi.
Cokelat manis, donat, kue, boba, minuman bersoda, es krim, dan dessert lainnya bisa menjadi pilihan ketika ingin meningkatkan suasana hati.
Namun, konsumsi gula tambahan secara berlebihan bukan pilihan terbaik.
Asupan gula yang tinggi dapat membuat pola makan menjadi kurang seimbang. Selain itu, makanan tinggi gula sering kali rendah serat dan zat gizi penting.
ACOG menyarankan mengurangi gula sebagai bagian dari perubahan pola makan untuk membantu mengatasi gejala PMS.
Jika ingin makanan manis, kamu tidak harus menghindarinya sepenuhnya.
Coba pilih buah segar, yogurt tanpa tambahan gula berlebihan, atau dark chocolate dalam jumlah wajar.
Dengan begitu, keinginan makan makanan manis tetap dapat terpenuhi tanpa mengabaikan kualitas nutrisi.
Fast food termasuk makanan yang sebaiknya dibatasi selama menstruasi.
Contohnya burger, ayam goreng cepat saji, kentang goreng, pizza, dan berbagai makanan siap saji lainnya.
Masalahnya bukan hanya pada satu bahan.
Beberapa makanan cepat saji dapat mengandung kombinasi garam, gula, kalori, dan lemak yang cukup tinggi.
Jika dikonsumsi berlebihan, makanan tersebut dapat membuat pola makan harian menjadi kurang seimbang.
Selain itu, makanan yang sangat berminyak juga dapat membuat sebagian orang merasa lebih begah atau tidak nyaman di perut.
Ketika sedang menstruasi, tubuh tetap membutuhkan protein, serat, vitamin, mineral, dan cairan yang cukup.
Karena itu, lebih baik menjadikan makanan cepat saji sebagai makanan sesekali, bukan menu utama selama beberapa hari berturut-turut.
Gorengan memang sulit ditolak.
Bakwan, tahu isi, pisang goreng, cireng, kentang goreng, dan berbagai gorengan lainnya sangat mudah ditemukan.
Namun, makanan yang terlalu berminyak sebaiknya dibatasi saat menstruasi, terutama jika kamu memiliki pencernaan yang sensitif.
Makanan tinggi lemak juga dapat membuat asupan kalori meningkat tanpa memberikan banyak vitamin dan mineral.
Jika kamu merasa gorengan membuat perut semakin begah atau tidak nyaman saat haid, cobalah menguranginya selama beberapa hari.
Alternatifnya: pilih makanan yang dikukus, direbus, dipanggang, atau ditumis dengan minyak secukupnya.
Cara memasak tersebut dapat membantu membuat pola makan lebih seimbang.
Sosis, nugget, kornet, bacon, ham, dan produk daging olahan lainnya juga sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.
Produk tersebut dapat mengandung natrium cukup tinggi, terutama jika dikonsumsi bersama saus, mayones, atau makanan pendamping yang juga tinggi garam.
Jika sedang mencari sumber protein ketika menstruasi, kamu dapat memilih telur, ikan, ayam tanpa kulit, tahu, tempe, kacang-kacangan, atau sumber protein lain yang sesuai dengan kebutuhanmu.
Pilihan tersebut dapat membantu membuat makanan lebih bernutrisi.
Makanan pedas bukan pantangan mutlak ketika menstruasi.
Namun, makanan pedas dapat menjadi salah satu makanan yang sebaiknya dibatasi jika kamu memiliki lambung atau pencernaan yang sensitif.
Cabai dapat memicu rasa tidak nyaman pada sebagian orang.
Terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak atau bersama makanan berminyak.
Jika setelah makan pedas kamu mengalami mulas, diare, perut terasa panas, atau kembung, sebaiknya kurangi sementara.
Tidak perlu memaksakan diri hanya karena makanan tersebut adalah favorit.
Saat haid, kenyamanan tubuh lebih penting.
Makanan ultra-proses merupakan makanan yang telah melalui berbagai proses pengolahan dan biasanya memiliki kombinasi bahan tambahan, gula, garam, atau lemak dalam jumlah tertentu.
Contohnya dapat berupa camilan kemasan, makanan instan tertentu, minuman manis kemasan, serta makanan siap makan.
Bukan berarti semua makanan kemasan otomatis buruk.
Namun, terlalu sering mengandalkannya dapat membuat asupan makanan segar berkurang.
Ketika menstruasi, cobalah memperbanyak makanan yang lebih sederhana dan minim proses.
Misalnya sayuran, buah, telur, ikan, tempe, tahu, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Kopi menjadi salah satu minuman yang sering dipertanyakan saat haid.
Jawabannya tidak selalu “tidak boleh”.
Namun, kafein dapat menjadi salah satu hal yang sebaiknya dibatasi jika kamu merasa lebih sensitif ketika menstruasi.
ACOG memasukkan kafein sebagai salah satu hal yang sebaiknya dihindari untuk membantu mengelola gejala PMS.
Kafein juga terdapat pada teh, minuman energi, cola, dan beberapa produk lainnya.
Jika kamu terbiasa minum kopi beberapa kali sehari, jangan langsung mengubah pola secara ekstrem jika tubuh tidak nyaman.
Kamu dapat mengurangi jumlahnya secara bertahap.
Perhatikan juga reaksi tubuh.
Jika setelah minum kopi kamu merasa lebih gelisah, sulit tidur, berdebar, atau keluhan tertentu terasa lebih kuat, pertimbangkan untuk mengurangi asupan kafein.
Alkohol termasuk minuman yang sebaiknya dihindari selama menstruasi, terutama jika kamu sedang mengalami keluhan PMS.
ACOG juga menyarankan menghindari alkohol dalam perubahan pola makan untuk membantu mengelola gejala PMS.
Selain faktor menstruasi, alkohol juga dapat memberikan dampak pada kesehatan secara umum.
Karena itu, jika sedang haid dan ingin menjaga kondisi tubuh tetap nyaman, air putih tetap menjadi pilihan yang lebih aman untuk memenuhi kebutuhan cairan.
Tubuh mengalami perubahan hormon sepanjang siklus menstruasi.
Perubahan tersebut dapat berkaitan dengan berbagai gejala, seperti kram, perubahan suasana hati, sakit kepala, perubahan nafsu makan, kembung, dan rasa lelah.
ACOG menyebutkan bahwa PMS dapat mencakup gejala fisik dan emosional, termasuk kembung, kenaikan berat badan akibat retensi cairan, sakit kepala, perubahan nafsu makan, serta perubahan suasana hati.
Pola makan tidak dapat menghilangkan semua gejala tersebut secara instan.
Namun, pola makan yang lebih seimbang dapat menjadi bagian dari kebiasaan yang mendukung kesehatan selama siklus menstruasi.
Karena itu, memahami makanan yang dilarang saat Haid bukan sekadar mencari daftar pantangan.
Tujuannya adalah mengetahui makanan apa yang mungkin membuat tubuh terasa kurang nyaman dan menggantinya dengan pilihan yang lebih bernutrisi.
Baca Juga: 9 Makanan yang Sebaiknya Dihindari saat Haid dan Alasannya
Setelah mengetahui makanan yang sebaiknya dibatasi, pertanyaan berikutnya adalah: lalu harus makan apa?
Jawabannya adalah makanan yang menyediakan kombinasi karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, vitamin, mineral, serat, dan cairan.
Karbohidrat tetap diperlukan sebagai sumber energi.
Pilih karbohidrat kompleks seperti:
ACOG menyebutkan bahwa pola makan kaya karbohidrat kompleks dapat membantu mengurangi gejala mood dan keinginan makan pada sebagian wanita dengan PMS.
Jadi, jangan takut makan karbohidrat ketika haid.
Yang penting adalah jenis dan porsinya.
Sayuran hijau seperti bayam, kangkung, brokoli, dan sawi dapat menjadi bagian dari menu selama menstruasi.
Sayuran menyediakan serat dan berbagai vitamin serta mineral.
Kamu dapat mengolahnya menjadi sup, tumisan ringan, atau campuran makanan utama.
Usahakan tidak memasaknya dengan terlalu banyak minyak atau garam.
Buah dapat menjadi alternatif ketika ingin mengonsumsi sesuatu yang manis.
Pisang, jeruk, apel, pepaya, semangka, melon, kiwi, dan buah lainnya dapat menjadi pilihan.
Buah juga dapat membantu menambah asupan serat dan cairan, tergantung jenis buah yang dipilih.
Tidak ada satu buah yang wajib dikonsumsi ketika haid.
Pilih buah yang mudah didapat dan sesuai dengan kondisi tubuh.
Protein membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
Sumber protein dapat berasal dari ikan, telur, ayam, tahu, tempe, kacang-kacangan, dan produk susu tertentu.
Ikan berlemak juga mengandung omega-3.
Beberapa penelitian menunjukkan adanya potensi manfaat omega-3 terhadap nyeri menstruasi, meskipun penelitian mengenai pola makan dan nyeri menstruasi masih memiliki keterbatasan. Sebuah meta-analisis menemukan bahwa omega-3 dapat membantu mengurangi keparahan nyeri dismenore, tetapi kualitas dan variasi penelitian tetap perlu diperhatikan.
Karena itu, ikan dapat menjadi pilihan makanan yang menarik untuk dimasukkan ke dalam menu seimbang.
Kalsium juga menjadi salah satu nutrisi yang diperhatikan dalam pengelolaan PMS.
ACOG menyebutkan bahwa makanan kaya kalsium, seperti yogurt dan sayuran berdaun hijau, dapat dimasukkan ke dalam pola makan untuk membantu mengelola gejala PMS.
Sumber kalsium tidak hanya berasal dari susu.
Kamu juga bisa mendapatkan kalsium dari beberapa produk olahan susu, sayuran hijau, tahu yang dibuat dengan kalsium, dan makanan lain yang diperkaya kalsium.
Tidak perlu membuat menu yang rumit.
Menu sederhana juga dapat memenuhi kebutuhan tubuh jika komposisinya seimbang.
Contoh menu:
Atau kamu bisa memilih roti gandum dengan telur dan buah.
Contoh menu:
Menu tersebut lebih lengkap dibandingkan hanya mengonsumsi makanan instan.
Jika lapar di antara waktu makan, pilih camilan seperti:
Camilan tidak harus selalu berupa makanan manis.
Contohnya:
Sesuaikan porsi dengan kebutuhan energi dan aktivitasmu.
Selain mengetahui makanan yang dilarang saat Haid, kamu juga perlu memperhatikan cara makan.
Rasa tidak nyaman saat menstruasi terkadang membuat nafsu makan berubah.
Namun, melewatkan makan secara terus-menerus bukan kebiasaan yang baik.
Usahakan tetap makan secara teratur dengan porsi yang sesuai.
ACOG menyebutkan bahwa sebagian wanita dapat terbantu dengan pola makan dalam porsi lebih kecil tetapi lebih sering ketika mengalami PMS.
Jangan menunggu haus untuk minum.
Air putih dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan harian.
Jika bosan dengan air putih, kamu bisa menambahkan irisan buah seperti lemon atau jeruk untuk memberikan rasa.
Hindari menjadikan minuman tinggi gula sebagai sumber cairan utama.
Periksa label makanan kemasan.
Perhatikan kandungan natriumnya.
Makanan yang terlihat kecil porsinya belum tentu rendah garam.
Jika kamu sering mengalami kembung ketika menstruasi, mengurangi makanan tinggi garam dapat menjadi salah satu langkah yang layak dicoba.
Cobalah membuat piring makan lebih berwarna.
Tambahkan sayuran dan buah.
Pilih protein yang tidak terlalu banyak diproses.
Gunakan bumbu alami untuk menambah rasa.
Pola seperti ini biasanya lebih mudah dipertahankan dibandingkan diet yang terlalu ketat.
Ini merupakan langkah yang sangat penting.
Tidak semua makanan yang masuk daftar makanan yang dilarang saat Haid akan memberikan efek sama pada setiap orang.
Cobalah mencatat makanan yang dikonsumsi dan keluhan yang muncul.
Misalnya, setelah minum kopi kamu merasa lebih gelisah.
Atau setelah makan makanan sangat pedas, perut terasa tidak nyaman.
Catatan tersebut dapat membantu kamu menemukan pola.
Tidak selalu.
Cokelat sering dianggap sebagai makanan yang harus dihindari ketika menstruasi.
Padahal, jenis cokelat perlu diperhatikan.
Cokelat dengan kandungan gula sangat tinggi sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan.
Jika ingin makan cokelat, pilih porsi kecil dan pertimbangkan cokelat dengan kandungan kakao lebih tinggi.
Tetap perhatikan kandungan gula dan total asupan harian.
Jadi, tidak tepat jika semua cokelat langsung disebut sebagai makanan yang dilarang saat Haid.
Minuman dingin juga sering dianggap sebagai pantangan ketika haid.
Namun, anggapan bahwa minuman dingin secara otomatis menyebabkan darah menstruasi membeku atau membuat haid berhenti tidak memiliki dasar yang kuat.
Jika minuman dingin tidak membuatmu mengalami keluhan, tidak ada alasan khusus untuk menganggapnya sebagai makanan yang dilarang saat Haid.
Yang lebih penting adalah kandungan minumannya.
Jika minuman tersebut tinggi gula, sebaiknya tetap dibatasi.
Mi instan bukan makanan yang harus dianggap sebagai pantangan mutlak.
Namun, mi instan umumnya perlu diperhatikan karena bumbunya dapat membuat kandungan natrium dalam satu porsi menjadi cukup tinggi.
Jika ingin mengonsumsinya, kamu bisa menambahkan sayuran dan sumber protein seperti telur.
Gunakan bumbu secukupnya jika memungkinkan.
Jangan menjadikan mi instan sebagai makanan utama setiap kali menstruasi.
Pilih makanan yang lebih beragam agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi.
Dengan begitu, pembahasan tentang makanan yang dilarang saat Haid menjadi lebih realistis.
Bukan sekadar “boleh atau tidak boleh”, tetapi juga tentang seberapa sering dan berapa banyak makanan tersebut dikonsumsi.
Belum ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa makanan pedas secara otomatis membuat darah menstruasi menjadi lebih banyak pada semua wanita.
Namun, makanan pedas dapat memengaruhi sistem pencernaan pada orang tertentu.
Jika kamu mengalami diare, mulas, atau perut terasa tidak nyaman setelah makan pedas, sebaiknya kurangi selama menstruasi.
Jangan memaksakan makanan tertentu hanya karena kamu terbiasa mengonsumsinya.
Nyeri menstruasi atau dismenore dapat terasa berbeda pada setiap wanita.
Ada yang hanya mengalami kram ringan.
Ada juga yang merasakan nyeri cukup berat hingga mengganggu aktivitas.
Pola makan bukan satu-satunya faktor yang menentukan tingkat nyeri.
Genetik, hormon, kondisi kesehatan, dan berbagai faktor lain juga dapat berperan.
Penelitian mengenai hubungan diet dengan dismenore menunjukkan hasil yang beragam. Beberapa studi menemukan kemungkinan hubungan antara konsumsi ikan atau omega-3 dengan berkurangnya nyeri, tetapi bukti keseluruhan masih memiliki keterbatasan.
Karena itu, jangan menganggap makanan tertentu sebagai “obat” untuk nyeri haid.
Pola makan sehat lebih tepat diposisikan sebagai bagian dari gaya hidup yang mendukung kesehatan.

Selain menjaga pola makan, kamu juga bisa memperhatikan kenyamanan tubuh selama menstruasi. Jika nyeri haid membuat aktivitas terasa kurang nyaman, salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah produk herbal yang ditujukan untuk membantu menjaga kenyamanan selama menstruasi.
Menses Syrup Strawcherry 10 Stik merupakan produk herbal dengan rasa stroberi yang praktis dikonsumsi. Produk ini dipasarkan sebagai herbal untuk membantu melancarkan haid dan meredakan nyeri menstruasi secara alami.
Jika kamu sedang mencari produk pendamping untuk membantu menjaga kenyamanan selama menstruasi, Menses Syrup Strawcherry bisa menjadi salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan.
🌷 Yuk, jaga kenyamanan selama menstruasi dan tetap aktif menjalani aktivitas sehari-hari.
Mencari daftar makanan yang dilarang saat Haid memang penting.
Namun, jangan sampai perhatian hanya tertuju pada pantangan.
Yang lebih penting adalah membangun pola makan yang seimbang.
Isi piring dengan sumber karbohidrat, protein, sayuran, dan buah.
Penuhi kebutuhan cairan.
Kurangi makanan ultra-proses.
Batasi makanan tinggi garam, gula, dan lemak.
Perhatikan juga konsumsi kafein dan alkohol.
Dengan cara tersebut, kamu tidak perlu merasa takut terhadap makanan.
Kamu hanya perlu belajar memilih dengan lebih bijak.
Nyeri menstruasi ringan sampai sedang dapat terjadi pada banyak wanita.
Namun, jangan menganggap semua nyeri haid sebagai sesuatu yang harus ditahan.
Sebaiknya konsultasikan kepada dokter jika nyeri sangat berat, mengganggu aktivitas sehari-hari, semakin parah dari waktu ke waktu, atau disertai gejala lain yang tidak biasa.
Perdarahan yang sangat banyak, menstruasi yang berlangsung jauh lebih lama dari biasanya, pingsan, demam, atau nyeri panggul yang berat juga perlu mendapatkan perhatian medis.
Penyebab nyeri menstruasi yang berat tidak selalu berkaitan dengan makanan.
Kondisi seperti endometriosis, adenomyosis, fibroid, atau masalah kesehatan reproduksi lainnya dapat memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Karena itu, jangan mencoba mengatasi keluhan berat hanya dengan mengubah makanan.
Ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari.
Menstruasi bukan alasan untuk melakukan diet ekstrem.
Tubuh tetap membutuhkan energi dan nutrisi.
Jangan mengurangi makanan secara drastis hanya karena takut kram atau berat badan naik.
Keinginan makan manis dapat meningkat pada sebagian wanita.
Namun, jangan menjadikan kue, permen, minuman manis, atau dessert sebagai makanan utama.
Padukan makanan dengan protein, serat, dan karbohidrat kompleks.
Minuman manis memang terasa menyegarkan.
Namun, konsumsi berlebihan dapat meningkatkan asupan gula.
Air putih tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan.
Ini juga merupakan kesalahan.
Tidak semua makanan yang sering disebut sebagai makanan yang dilarang saat Haid benar-benar harus dihindari oleh setiap wanita.
Kondisi tubuh dan respons individu tetap perlu dipertimbangkan.
Agar lebih mudah diterapkan, gunakan panduan sederhana berikut:
Makanan yang dilarang saat Haid pada dasarnya lebih tepat dipahami sebagai makanan yang sebaiknya dibatasi, bukan selalu harus dihilangkan sepenuhnya.
Beberapa makanan yang perlu diperhatikan antara lain makanan tinggi garam, makanan tinggi gula, fast food, makanan terlalu berminyak, daging olahan, makanan ultra-proses, makanan terlalu pedas bagi orang yang sensitif, minuman berkafein, serta alkohol.
Sebaliknya, cobalah memperbanyak makanan yang lebih bernutrisi seperti sayuran, buah, protein, karbohidrat kompleks, sumber kalsium, dan ikan.
Pola makan sehat tidak menjamin semua keluhan menstruasi hilang.
Namun, kebiasaan makan yang baik dapat membantu mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Yang paling penting, kenali respons tubuhmu sendiri.
Jika nyeri menstruasi sangat berat atau mengganggu aktivitas, jangan hanya mengandalkan perubahan makanan. Konsultasikan kondisi tersebut kepada tenaga kesehatan agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.
Makanan yang sebaiknya dibatasi saat haid antara lain makanan tinggi garam, gula, makanan cepat saji, makanan ultra-proses, makanan sangat berminyak, daging olahan, serta minuman berkafein dan alkohol. Namun, tidak semua makanan tersebut harus dihindari sepenuhnya oleh setiap wanita.
Makanan pedas bukan pantangan mutlak. Namun, jika makanan pedas membuat kamu mengalami mulas, diare, atau perut tidak nyaman, sebaiknya kurangi selama menstruasi.
Kopi tidak otomatis dilarang. Namun, kafein sebaiknya dibatasi jika membuat kamu merasa lebih gelisah, sulit tidur, berdebar, atau keluhan PMS terasa lebih mengganggu. ACOG juga menyarankan menghindari kafein sebagai salah satu perubahan pola makan untuk membantu mengelola gejala PMS.
Tidak semua cokelat harus dihindari. Pilih porsi yang wajar dan perhatikan kandungan gula. Cokelat dengan gula tambahan tinggi sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan.
Mi instan boleh sesekali, tetapi sebaiknya tidak terlalu sering. Kandungan natriumnya dapat cukup tinggi. Tambahkan sayuran dan sumber protein agar makanan lebih seimbang.
Makanan yang dapat menjadi pilihan antara lain sayuran, buah, telur, ikan, ayam, tahu, tempe, kacang-kacangan, oatmeal, nasi, kentang, ubi, dan makanan sumber kalsium.
Ya. Air putih membantu memenuhi kebutuhan cairan harian. Menjaga asupan cairan juga merupakan bagian penting dari kebiasaan hidup sehat selama menstruasi.
Tidak ada makanan tertentu yang dapat dijamin menghilangkan nyeri haid. Beberapa penelitian menunjukkan potensi manfaat pola makan tertentu atau omega-3 terhadap nyeri menstruasi, tetapi bukti ilmiahnya masih memiliki keterbatasan.
Kembung dapat menjadi salah satu gejala yang muncul menjelang atau selama menstruasi. ACOG mencantumkan kembung dan perubahan berat badan akibat retensi cairan sebagai gejala PMS yang dapat dialami sebagian wanita.
Periksakan diri jika nyeri sangat berat, mengganggu aktivitas, semakin parah, atau disertai gejala yang tidak biasa seperti perdarahan sangat banyak, demam, pingsan, atau nyeri panggul berat. Kondisi tersebut membutuhkan evaluasi medis dan tidak sebaiknya hanya ditangani dengan menghindari makanan tertentu.
Tidak. Respons tubuh setiap wanita berbeda. Istilah “dilarang” dalam artikel ini lebih tepat dimaknai sebagai makanan yang sebaiknya dibatasi, terutama jika terbukti membuat keluhan pribadi menjadi lebih berat.
Untuk menjamin keaslian produk, Anda dapat membeli Menses melalui:
Belanja di toko resmi memberikan keamanan, keaslian produk, dan kemudahan dalam mendapatkan informasi maupun promo terbaru.
Nutrisi & Makanan
Pilih makanan bernutrisi untuk membantu tubuh tetap bertenaga dan nyaman di hari pertama haid.
Nutrisi & Makanan
Pilih buah bernutrisi untuk membantu tubuh tetap segar dan nyaman selama menstruasi.
Nutrisi & Makanan
Pilih makanan bergizi saat haid untuk membantu menjaga energi, cairan tubuh, dan asupan zat besi.
Nutrisi & Makanan
Kenali makanan yang sebaiknya dibatasi saat haid agar tubuh tetap nyaman dan bugar.
Nutrisi & Makanan
Kenali makanan yang sebaiknya dibatasi saat haid agar tubuh tetap nyaman dan aktivitas tidak terganggu.