Apakah Keputihan Normal Terjadi? Inilah Ciri, Penyebab yang Perlu Diketahui
16 Sep 2026 12:02 WIB

Apakah Keputihan Normal Terjadi? Inilah Ciri, Penyebab yang Perlu Diketahui

Kenali ciri keputihan normal, tanda keputihan tidak normal, faktor penyebab, dan perbedaan warna cairannya.

Apakah Keputihan Normal Terjadi? Inilah Ciri, Penyebab yang Perlu Diketahui

Keputihan normal merupakan kondisi yang sering dialami wanita. Cairan yang keluar dari vagina tidak selalu menunjukkan adanya penyakit atau gangguan pada organ reproduksi.

Secara umum, keputihan terbagi menjadi dua, yaitu keputihan fisiologis dan keputihan patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan normal, sedangkan keputihan patologis terjadi karena adanya kelainan pada organ reproduksi, termasuk akibat infeksi bakteri, jamur, maupun parasit.

Baca Juga: Ayo Deteksi Kanker Payudara Sejak Dini, Kenali 2 Cara Penting Ini!

Lalu, seperti apa ciri keputihan normal? Kapan keputihan perlu diperhatikan? Warna dan gejala yang muncul dapat membantu membedakan kondisi keputihan tersebut.

Apa Itu Keputihan Normal?

Apa Itu Keputihan Normal?

Keputihan normal adalah cairan vagina yang muncul dalam kondisi fisiologis atau sebagai bagian dari keadaan normal tubuh wanita.

Dalam keadaan normal, cairan keputihan biasanya terlihat seperti getah atau lendir vagina. Cairannya cenderung bening, tidak berbau, jumlahnya tidak terlalu banyak, serta tidak disertai rasa gatal maupun nyeri.

Kondisi ini berbeda dengan keputihan patologis atau keputihan tidak normal. Pada kondisi tersebut, cairan dapat mengalami perubahan warna dan bau, keluar dalam jumlah lebih banyak, serta disertai keluhan lain.

Rasa gatal, panas, atau nyeri juga dapat muncul. Keluhan tersebut bahkan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Keputihan tidak normal kebanyakan dapat disebabkan oleh infeksi, seperti bakterial vaginosis, trikomoniasis, dan kandidiasis. Kondisi tidak normal tersebut dapat terjadi pada organ reproduksi wanita.

Kapan Keputihan Normal Bisa Terjadi?

Apakah Keputihan Normal Terjadi? Inilah Ciri, Penyebab yang Perlu Diketahui

Ada beberapa kondisi ketika keputihan normal dapat muncul tanpa menunjukkan adanya kelainan.

Salah satunya berkaitan dengan menstruasi. Keputihan normal dapat terjadi terutama menjelang dan sesudah menstruasi, sekitar hari ke-10 hingga ke-16 saat menstruasi.

Pada remaja, keputihan juga dapat muncul sekitar 6 bulan sebelum mengalami menstruasi pertama atau menarche. Kondisi tersebut termasuk keputihan yang dapat terjadi secara normal.

Selain berkaitan dengan menstruasi, keputihan juga dapat muncul saat terjadi orgasme akibat rangsangan seksual. Cairan tersebut berfungsi sebagai pelumas ketika terjadi penetrasi saat berhubungan seksual.

Karena itu, keluarnya cairan dari vagina tidak selalu berarti seseorang sedang mengalami penyakit.

Apakah Keputihan Merupakan Penyakit?

Apakah Keputihan Normal Terjadi? Inilah Ciri, Penyebab yang Perlu Diketahui

Keputihan bukan merupakan suatu penyakit. Keputihan merupakan gejala dari suatu kondisi atau penyakit, sehingga penyebab pasti keputihan perlu diketahui.

Hal ini terutama penting ketika cairan yang keluar memiliki karakteristik yang berbeda dari keputihan normal.

Keputihan yang tidak normal biasanya dapat berkaitan dengan infeksi menular maupun infeksi tidak menular.

Kemungkinan mengalami keputihan akibat infeksi dapat menjadi lebih besar pada wanita yang sering berganti pasangan seksual.

Faktor Penyebab Keputihan Akibat Infeksi

Faktor Penyebab Keputihan Akibat Infeksi

Ada beberapa faktor yang dapat berkaitan dengan keputihan akibat infeksi. Faktor-faktor tersebut meliputi:

  1. Mengonsumsi pil KB dan obat kortikosteroid.
  2. Menderita penyakit diabetes.
  3. Berhubungan seksual tanpa kondom dan sering berganti pasangan.
  4. Memiliki daya tahan tubuh yang lemah, misalnya pada penderita HIV/AIDS.
  5. Mengalami iritasi di dalam atau sekitar organ reproduksi.
  6. Mencuci vagina menggunakan air kotor.
  7. Pemeriksaan dalam yang dilakukan dengan tidak benar.
  8. Pemeriksaan yang tidak higienis.
  9. Adanya benda asing di dalam vagina.
  10. Menopause.
  11. Terlalu sering membersihkan area kewanitaan menggunakan sabun yang mengandung parfum maupun sabun antiseptik.

Faktor-faktor tersebut perlu diperhatikan ketika keputihan yang muncul sudah berbeda dari karakteristik keputihan normal.

Ciri-Ciri Keputihan Normal

Ciri-Ciri Keputihan Normal

Mengenali ciri keputihan normal dapat membantu membedakannya dari keputihan yang terjadi akibat kelainan.

Secara umum, gejala keputihan normal antara lain:

  1. Tidak berwarna, bening, atau putih
    Cairan pada keputihan normal umumnya tidak memiliki perubahan warna yang mencolok. Warnanya dapat terlihat bening atau putih.
  2. Tidak berbau menyengat
    Keputihan normal umumnya tidak berbau atau tidak mengeluarkan bau yang menyengat.
  3. Dapat meninggalkan bercak kekuningan pada celana dalam
    Meskipun cairan awalnya bening atau putih, keputihan normal dapat meninggalkan bercak kekuningan pada celana dalam.
  4. Teksturnya dapat berubah
    Tekstur cairan keputihan normal dapat mengalami perubahan tergantung pada siklus menstruasi.

Jadi, perubahan tekstur cairan tidak selalu berarti terjadi gangguan. Kondisi keputihan juga perlu dilihat berdasarkan warna, bau, jumlah cairan, dan keluhan yang menyertainya.

Tanda Keputihan Tidak Normal

Tanda Keputihan Tidak Normal

Keputihan akibat adanya kelainan memiliki karakteristik yang berbeda dari keputihan normal.

Beberapa tanda dan gejalanya antara lain:

  1. Warna, bau, dan tekstur keputihan berbeda dari biasanya.
  2. Cairan keluar dalam jumlah lebih banyak dari biasanya.
  3. Keluar darah di luar jadwal menstruasi.
  4. Muncul rasa gatal di area kewanitaan.
  5. Nyeri di panggul.
  6. Nyeri saat buang air kecil.
  7. Muncul rasa terbakar di vagina.

Perubahan tersebut dapat menjadi pembeda antara kondisi normal dan kondisi keputihan yang tidak normal.

Selain gejalanya, warna cairan juga dapat memberikan gambaran mengenai kondisi yang sedang terjadi pada area kewanitaan.

Arti Warna Cairan Keputihan

Arti Warna Cairan Keputihan

Warna keputihan dapat berbeda-beda. Karena itu, penting untuk mengetahui dan membedakan warna keputihan normal dengan warna cairan yang dapat berkaitan dengan kondisi tertentu.

1. Keputihan Berwarna Cokelat

Keputihan berwarna cokelat atau disertai bercak darah biasanya dapat disebabkan oleh siklus menstruasi yang tidak teratur.

Selain itu, cairan berwarna cokelat juga dapat menjadi tanda adanya kanker pada rahim maupun leher rahim atau kanker serviks.

2. Keputihan Berwarna Hijau atau Kekuningan

Keputihan berwarna hijau atau kekuningan biasanya dapat disertai buih.

Kondisi ini dapat disebabkan oleh penyakit yang disebut trikomoniasis.

3. Keputihan Berwarna Kelabu atau Kekuningan

Keputihan dengan warna kelabu atau kekuningan dapat terjadi terutama pada penyakit gonore.

Warna tersebut berbeda dari karakteristik keputihan normal yang biasanya bening atau putih.

4. Keputihan Berwarna Putih dan Kental

Keputihan berwarna putih dengan tekstur kental biasanya dapat disebabkan oleh adanya infeksi jamur pada wanita.

Karakteristik cairannya perlu dibedakan dengan keputihan normal yang teksturnya dapat berubah mengikuti siklus menstruasi.

5. Keputihan Berwarna Putih, Abu-Abu, atau Kuning

Keputihan berwarna putih, abu-abu, atau kuning biasanya disertai dengan bau amis.

Kondisi seperti ini dapat dijumpai pada penyakit bakterial vaginosis.

6. Keputihan Berwarna Merah Muda

Keputihan berwarna merah muda biasanya disebabkan oleh peluruhan lapisan rahim.

Kondisi ini dapat terjadi setelah melahirkan atau saat memasuki masa nifas.

Perbedaan Keputihan Normal dan Tidak Normal

Cara paling mudah untuk memahami perbedaannya adalah dengan memperhatikan karakteristik cairan serta keluhan yang menyertainya.

Keputihan normal biasanya:

  • bening atau putih,
  • tidak berbau menyengat,
  • jumlahnya tidak terlalu banyak,
  • tidak menyebabkan gatal,
  • tidak menyebabkan nyeri,
  • dan teksturnya dapat berubah mengikuti siklus menstruasi.

Sementara itu, keputihan tidak normal dapat mengalami perubahan warna, bau, tekstur, dan jumlah.

Keluhan lain juga dapat muncul, seperti gatal, rasa panas atau terbakar pada vagina, nyeri panggul, hingga nyeri ketika buang air kecil.

Karena itu, keputihan tidak hanya perlu dilihat dari ada atau tidaknya cairan. Karakteristik cairan dan gejala lain yang menyertainya juga perlu diperhatikan.

Simak Juga: Berhubungan Seksual Saat Menstruasi, Inilah Fakta Dan Risiko Kesehatan

Kesimpulan

Keputihan normal dapat terjadi pada beberapa kondisi. Pada remaja, keputihan dapat muncul sekitar 6 bulan sebelum menstruasi pertama atau menarche.

Keputihan juga dapat terjadi menjelang maupun setelah menstruasi, sekitar hari ke-10 hingga ke-16 saat menstruasi. Selain itu, cairan dapat muncul saat orgasme akibat rangsangan seksual dan berfungsi sebagai pelumas ketika terjadi penetrasi saat berhubungan seksual.

Namun, penting untuk memperhatikan indikator lain, seperti warna, bau, tekstur, jumlah cairan, dan gejala yang menyertainya.

Keputihan normal umumnya bening atau putih, tidak berbau menyengat, tidak terlalu banyak, serta tidak menimbulkan rasa gatal maupun nyeri.

Sebaliknya, perubahan warna dan bau, cairan yang lebih banyak, rasa gatal, panas, nyeri, maupun rasa tidak nyaman dapat menjadi tanda keputihan yang tidak normal.

Dengan mengenali ciri-ciri tersebut, wanita dapat lebih memahami perbedaan keputihan normal dan keputihan yang berkaitan dengan adanya kelainan.

FAQ tentang Keputihan Normal

Apakah keputihan normal terjadi pada wanita?

Ya. Keputihan normal dapat terjadi pada wanita dan merupakan kondisi fisiologis. Cairannya biasanya bening atau putih, tidak berbau menyengat, tidak terlalu banyak, serta tidak menimbulkan rasa gatal maupun nyeri.

Seperti apa warna keputihan normal?

Keputihan normal biasanya tidak berwarna, bening, atau putih. Cairan tersebut juga dapat meninggalkan bercak kekuningan pada celana dalam.

Apakah keputihan sebelum menstruasi normal?

Keputihan normal dapat terjadi menjelang dan sesudah menstruasi, sekitar hari ke-10 hingga ke-16 saat menstruasi.

Apakah remaja yang belum menstruasi bisa mengalami keputihan?

Ya. Pada remaja, keputihan normal dapat terjadi sekitar 6 bulan sebelum mengalami menstruasi pertama atau menarche.

Apakah keputihan saat terangsang secara seksual normal?

Keputihan dapat muncul saat terjadi orgasme akibat rangsangan seksual. Cairan tersebut berfungsi sebagai pelumas ketika penetrasi saat berhubungan seksual.

Bagaimana ciri keputihan yang tidak normal?

Keputihan tidak normal dapat memiliki warna, bau, dan tekstur yang berbeda dari biasanya. Cairan juga dapat keluar lebih banyak serta disertai gatal, nyeri panggul, nyeri saat buang air kecil, atau rasa terbakar di vagina.

Apakah warna keputihan bisa menunjukkan kondisi tertentu?

Ya. Warna cairan keputihan dapat berkaitan dengan kondisi tertentu. Misalnya, cairan hijau atau kekuningan dapat terjadi pada trikomoniasis, sedangkan cairan putih, abu-abu, atau kuning yang disertai bau amis dapat dijumpai pada bakterial vaginosis.

References

Darniaty, N. S. (2023). Hubungan Personal Hygiene Menstruasi dengan Kejadian Keputihan pada Remaja di MAN 2 Barru. Window of Public Health, 428–438.

Reza, C. R. (2021). Peran Ibu dalam Pendidikan Kesehatan Reproduksi, Peran Bidan, Personal Hygiene Menstruasi terhadap Kejadian Keputihan pada Remaja Putri. Dohara Publisher Open Access Journal, 27–35.

RSST, T. P. (2023, Juli 4). Artikel: Keputihan Normal dan Keputihan Tidak Normal. Keputihan Normal dan Keputihan Tidak Normal. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/2582/keputihan-normal-gtamplt-keputihan-tidak-normal

Soamole, W. (2025). Hubungan Perilaku Personal Hygiene Saat Menstruasi dengan Kejadian Pruritus Vulvae pada Remaja di MTS Negeri 1 Manado. Jurnal Ners, 3489–3495.

 

Oleh: dr. Siti Amalina

Baca Artikel Menses Lainnya di Official Website Menses

Untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap, artikel terkait, dan berbagai edukasi seputar menstruasi serta kesehatan wanita, kunjungi Official Website Menses.

Temukan berbagai informasi menarik dan mudah dipahami melalui:

Yuk, lanjut baca artikel Menses lainnya untuk menambah informasi dan membantu kamu lebih memahami kesehatan tubuh serta siklus menstruasi.