Ayo Deteksi Kanker Payudara Sejak Dini, Kenali 2 Cara Penting Ini!
16 Sep 2026 09:55 WIB

Ayo Deteksi Kanker Payudara Sejak Dini, Kenali 2 Cara Penting Ini!

Kenali gejala kanker payudara serta cara SADARI dan SADANIS untuk membantu menemukan perubahan sejak dini.

Ayo Deteksi Kanker Payudara Sejak Dini, Kenali 2 Cara Penting Ini!

Deteksi kanker payudara sejak dini penting dilakukan untuk mengenali perubahan pada payudara sebelum kondisi berkembang lebih lanjut. Pada tahap awal, kanker payudara bisa saja belum menimbulkan gejala yang jelas, terutama ketika ukuran tumor masih kecil.

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang banyak dialami perempuan di dunia. Di Indonesia, penyakit ini juga termasuk kanker dengan angka kematian tinggi pada perempuan.

Kanker payudara sendiri merupakan tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Kondisi tersebut terjadi ketika sel mengalami pertumbuhan yang tidak normal dan tidak terkendali.

Masalahnya, tidak semua orang menyadari perubahan pada payudaranya. Kurangnya pengetahuan mengenai tanda awal juga dapat membuat kanker payudara terlambat ditemukan.

Karena itu, deteksi kanker payudara sejak dini sangat penting agar perubahan pada payudara bisa lebih cepat dikenali dan diperiksa oleh tenaga kesehatan.

Mengapa Deteksi Kanker Payudara Sejak Dini Penting?

Ayo Deteksi Kanker Payudara Sejak Dini, Kenali 2 Cara Penting Ini!

Kanker payudara biasanya belum menghasilkan gejala yang jelas ketika tumor masih berukuran kecil. Padahal, kondisi pada tahap tersebut bisa lebih mudah ditangani dibandingkan ketika sudah berkembang lebih lanjut.

Salah satu masalah yang masih terjadi adalah pasien baru datang ke fasilitas kesehatan ketika kanker sudah berada pada stadium lanjut.

Dalam sumber yang digunakan pada artikel ini disebutkan bahwa sekitar 70% pasien kanker datang ke rumah sakit dalam kondisi stadium lanjut.

Hal ini dapat terjadi karena pasien tidak merasa ada perubahan yang berarti pada payudaranya. Kurangnya informasi mengenai pemeriksaan payudara juga bisa membuat tanda awal tidak segera dikenali.

Oleh sebab itu, melakukan deteksi kanker payudara sejak dini dapat membantu seseorang lebih mengenali kondisi payudaranya dan segera mencari pemeriksaan jika menemukan perubahan.

Kenali Gejala Kanker Payudara

Kenali Gejala Kanker Payudara

Gejala kanker payudara bisa berbeda pada setiap orang. Bahkan, tidak semua gejala akan muncul secara bersamaan.

Beberapa perubahan yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Muncul benjolan pada payudara.
  • Puting terlihat tertarik ke dalam.
  • Kulit payudara tampak seperti kulit jeruk.
  • Keluar cairan yang tidak biasa dari puting.

Menemukan salah satu tanda tersebut tidak selalu berarti seseorang mengalami kanker payudara.

Namun, perubahan pada payudara tetap perlu diperhatikan. Jika menemukan kondisi yang terasa berbeda dari biasanya, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Jangan menunggu sampai keluhan semakin berat untuk memeriksakan diri.

Siapa yang Berisiko Mengalami Kanker Payudara?

Siapa yang Berisiko Mengalami Kanker Payudara?

Kanker payudara dapat terjadi pada berbagai kelompok usia. Namun, risiko penyakit ini dapat meningkat seiring bertambahnya usia.

Sampai saat ini, penyebab pasti kanker payudara belum diketahui sepenuhnya.

Meski begitu, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.

Beberapa di antaranya adalah:

  1. Menjadi perokok aktif maupun sering terpapar asap rokok.
  2. Mengalami menstruasi pertama sebelum usia 12 tahun.
  3. Tidak pernah menyusui anak.
  4. Melahirkan anak pertama setelah usia 35 tahun.
  5. Memiliki pola makan yang kurang baik.
  6. Memiliki riwayat kanker pada anggota keluarga.

Memiliki satu atau beberapa faktor tersebut bukan berarti seseorang pasti mengalami kanker payudara.

Faktor risiko hanya menunjukkan bahwa seseorang mungkin memiliki risiko yang lebih tinggi. Karena itu, tetap penting untuk memperhatikan kondisi tubuh dan melakukan deteksi kanker payudara sejak dini secara rutin.

Cara Menjaga Kesehatan Payudara

Cara Menjaga Kesehatan Payudara

Sumber: https://utamasehatisiak.id/berita/tips-menjalani-hidup-sehat-dengan-pola-makan-dan-olahraga-teratur/

Selain memahami faktor risikonya, kebiasaan sehari-hari juga perlu diperhatikan.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga kesehatan antara lain:

  1. Menjalani pola hidup sehat secara konsisten.
  2. Menjaga berat badan tetap ideal.
  3. Menghindari rokok dan konsumsi alkohol.
  4. Mengonsumsi makanan bergizi, termasuk makanan yang kaya antioksidan.
  5. Melakukan deteksi dini melalui SADARI dan SADANIS.

Pola hidup sehat memang tidak menjamin seseorang sepenuhnya terbebas dari kanker payudara.

Namun, menjaga gaya hidup sehat dan mengenali perubahan tubuh merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan.

2 Cara Deteksi Kanker Payudara Sejak Dini

2 Cara Deteksi Kanker Payudara Sejak Dini

Lalu, bagaimana cara mengenali kanker payudara lebih awal?

Menurut Kementerian Kesehatan RI, terdapat dua metode yang dapat membantu deteksi kanker payudara sejak dini, yaitu:

  1. SADARI atau Pemeriksaan Payudara Sendiri.
  2. SADANIS atau Pemeriksaan Payudara Secara Klinis oleh tenaga kesehatan.

Kedua pemeriksaan tersebut memiliki cara yang berbeda.

SADARI dilakukan secara mandiri untuk mengenali kondisi payudara. Sementara itu, SADANIS dilakukan langsung oleh tenaga kesehatan yang kompeten.

Apa Itu SADARI?

Apa Itu SADARI?

SADARI merupakan singkatan dari perikSA payuDAra sendiRI.

SADARI adalah metode pemeriksaan payudara yang dilakukan sendiri untuk mengenali kondisi normal payudara sekaligus memperhatikan adanya perubahan yang tidak biasa.

Pemeriksaan ini dapat menjadi salah satu langkah sederhana dalam deteksi kanker payudara sejak dini.

Dengan terbiasa memperhatikan payudara, seseorang bisa lebih mudah mengetahui jika suatu saat terdapat perubahan pada bentuk, kulit, puting, atau area di sekitar payudara.

Kapan Sebaiknya SADARI Dilakukan?

Kapan Sebaiknya SADARI Dilakukan?

SADARI dianjurkan mulai dilakukan sejak usia 20 tahun dan dilakukan secara rutin setiap bulan.

Bagi wanita yang masih mengalami menstruasi, waktu yang dianjurkan untuk melakukan SADARI adalah sekitar hari ke-7 hingga ke-10 setelah hari pertama menstruasi.

Pada periode tersebut, jaringan payudara umumnya tidak terlalu padat dan tidak terlalu nyeri. Kondisi ini dapat membuat perubahan pada payudara lebih mudah dikenali.

Sementara itu, bagi wanita yang sudah menopause, SADARI dapat dilakukan pada tanggal yang sama setiap bulan.

Memilih tanggal yang sama dapat membantu pemeriksaan dilakukan secara rutin dan lebih mudah diingat.

Cara Melakukan SADARI

Melakukan SADARI tidak memerlukan peralatan khusus.

Pemeriksaan dilakukan dengan memperhatikan dan meraba bagian payudara secara perlahan.

Berikut langkah-langkahnya:

1. Perhatikan Payudara di Depan Cermin

Berdirilah di depan cermin dan perhatikan kondisi kedua payudara.

Lihat apakah terdapat perubahan pada bentuk, ukuran, kulit, atau posisi puting dibandingkan kondisi biasanya.

2. Periksa dengan Posisi Tangan Berbeda

Ubah posisi tangan ketika melihat payudara di depan cermin.

Perubahan posisi dapat membantu melihat kondisi payudara dari sudut yang berbeda.

3. Raba Seluruh Area Payudara

Gunakan tangan untuk meraba seluruh bagian payudara secara perlahan.

Perhatikan apakah terdapat bagian yang terasa berbeda atau muncul benjolan yang sebelumnya tidak ada.

4. Periksa Area Puting

Jangan lupa memperhatikan bagian puting.

Amati apakah terdapat perubahan bentuk atau keluarnya cairan yang tidak biasa.

5. Lakukan Pemeriksaan Saat Berbaring

Pemeriksaan juga dapat dilakukan dalam posisi berbaring.

Raba seluruh bagian payudara secara perlahan dan rasakan apakah terdapat perubahan dari kondisi biasanya.

6. Periksa Area Ketiak

SADARI tidak hanya berfokus pada payudara.

Area ketiak juga perlu diperiksa. Perhatikan apakah terdapat benjolan atau perubahan lain yang terasa tidak biasa.

Kanker Payudara

(Sumber ilustrasi: OneOnco, 2020)

Apa Itu SADANIS?

Apa Itu SADANIS?

Selain SADARI, deteksi kanker payudara sejak dini juga dapat dilakukan melalui SADANIS.

SADANIS merupakan singkatan dari perikSA payuDAra kliNIS.

Berbeda dengan SADARI yang dilakukan sendiri, SADANIS dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten, seperti dokter atau tenaga kesehatan terlatih.

Pemeriksaan ini bertujuan melihat dan meraba kondisi payudara secara langsung untuk mengetahui apakah terdapat kelainan.

Bagaimana Cara Melakukan SADANIS?

Bagaimana Cara Melakukan SADANIS?

Saat menjalani SADANIS, tenaga kesehatan akan melakukan beberapa tahap pemeriksaan.

1. Melihat Kondisi Payudara

Dokter akan memperhatikan kondisi payudara, termasuk kulit dan puting.

Tujuannya untuk mengetahui apakah terdapat perubahan yang terlihat secara fisik.

2. Meraba Area Payudara

Pasien kemudian dapat diminta untuk berbaring.

Dokter akan melakukan perabaan pada area payudara, ketiak, dan sekitar tulang selangka.

3. Mengubah Posisi Tangan

Pasien dapat diminta mengangkat tangan atau meletakkannya di samping tubuh maupun di area pinggul.

Posisi tersebut membantu tenaga kesehatan melihat kondisi payudara dari berbagai posisi.

4. Memeriksa Puting

Dokter juga dapat menekan bagian puting secara lembut.

Langkah ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat cairan yang keluar dari puting.

SADANIS membantu melengkapi pemeriksaan mandiri dan menjadi bagian penting dalam deteksi kanker payudara sejak dini.

Bagaimana Jika Ditemukan Benjolan?

Menemukan benjolan pada payudara tidak selalu berarti kanker.

Namun, benjolan tetap perlu diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.

Dalam artikel sumber disebutkan bahwa apabila ditemukan benjolan yang sudah cukup besar, sekitar 1 cm, dokter dapat melakukan atau menyarankan pemeriksaan lanjutan.

Beberapa pemeriksaan tersebut antara lain:

  1. USG payudara.
  2. Mamografi.
  3. MRI payudara.
  4. Biopsi.

Jenis pemeriksaan lanjutan akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien dan pertimbangan tenaga kesehatan.

Karena itu, jangan mencoba menentukan sendiri apakah suatu benjolan berbahaya atau tidak.

Jika menemukan perubahan pada payudara, lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan.

Jangan Menunggu Muncul Gejala Berat

Salah satu alasan deteksi kanker payudara sejak dini penting adalah karena kanker payudara pada tahap awal mungkin belum menimbulkan keluhan yang terasa jelas.

Seseorang bisa merasa baik-baik saja meskipun sudah terdapat perubahan pada jaringan payudara.

Karena itu, mengenali kondisi normal payudara menjadi langkah yang penting.

Semakin terbiasa memperhatikan tubuh, semakin mudah pula mengenali sesuatu yang terasa berbeda.

SADARI dapat dilakukan secara mandiri sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi payudara. Sementara itu, SADANIS memberikan pemeriksaan secara klinis oleh tenaga kesehatan.

Jika ditemukan kelainan saat melakukan SADARI, jangan langsung panik.

Segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut agar penyebab perubahan tersebut dapat diketahui dengan tepat.

Kesimpulan

Deteksi kanker payudara sejak dini penting dilakukan karena penyakit ini dapat berkembang tanpa memberikan gejala yang jelas pada tahap awal.

Perubahan yang perlu diperhatikan antara lain benjolan pada payudara, puting tertarik ke dalam, perubahan kulit seperti kulit jeruk, serta keluarnya cairan yang tidak biasa dari puting.

Deteksi dini dapat dilakukan melalui SADARI dan SADANIS.

SADARI membantu seseorang mengenali kondisi payudaranya secara mandiri. Sementara itu, SADANIS dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk menilai kondisi payudara secara klinis.

Jika menemukan perubahan yang terasa tidak biasa, jangan langsung menyimpulkan bahwa perubahan tersebut merupakan kanker.

Namun, jangan pula mengabaikannya.

Segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut agar kondisi tersebut dapat diketahui dengan tepat.

FAQ tentang Deteksi Kanker Payudara Sejak Dini

Apa itu deteksi kanker payudara sejak dini?

Deteksi kanker payudara sejak dini adalah upaya mengenali perubahan pada payudara sedini mungkin. Salah satu caranya adalah melalui SADARI dan SADANIS.

Apa perbedaan SADARI dan SADANIS?

SADARI merupakan pemeriksaan payudara yang dilakukan sendiri. Sementara itu, SADANIS merupakan pemeriksaan payudara secara klinis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan.

Kapan waktu terbaik melakukan SADARI?

Bagi wanita yang masih menstruasi, SADARI dapat dilakukan sekitar hari ke-7 hingga hari ke-10 setelah hari pertama menstruasi.

Bagi wanita yang sudah menopause, SADARI dapat dilakukan pada tanggal yang sama setiap bulan agar lebih mudah diingat.

Apakah benjolan pada payudara selalu berarti kanker?

Tidak. Benjolan pada payudara tidak selalu menandakan kanker.

Namun, benjolan atau perubahan yang baru ditemukan tetap perlu diperiksa oleh tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya.

Apa saja tanda yang perlu diperhatikan pada payudara?

Beberapa perubahan yang perlu diperhatikan antara lain munculnya benjolan, puting tertarik ke dalam, kulit payudara menyerupai kulit jeruk, atau keluarnya cairan yang tidak biasa dari puting.

Apa yang harus dilakukan jika menemukan perubahan saat SADARI?

Jika menemukan perubahan yang terasa tidak biasa, lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan. Tenaga kesehatan dapat melakukan SADANIS dan menentukan apakah diperlukan pemeriksaan tambahan.

References

Asmalinda, W. (2022). Deteksi Dini Kanker Payudara Menggunakan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) (Early Detection of Breast Cancer Using Breast Self-Examination). Jurnal Abdikemas Vol 4 Nomor 1, 10–17.

(n.d.). Kemenkes Unit Pelayanan Kesehatan. Deteksi Dini Kanker Payudara dengan SADARI dan SADANIS.

Klaten, R. d. (2025, Agustus 25). Kemenkes Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Deteksi Dini Kanker Payudara (Breast Cancer): Semakin Cepat Semakin Besar Peluang Sembuh.

Marfianti, E. (2021). Peningkatan Pengetahuan Kanker Payudara dan Keterampilan Periksa Payudara Sendiri (SADARI) untuk Deteksi Dini Kanker Payudara di Semutan Jatimulyo Dlingo. JAMALI – Jurnal Abdimas Madani dan Lestari, 25–31.

OneOnco. (2020, Oktober). Indonesia Cancer Community. Deteksi Dini Kanker Payudara.

Siloam. (2026, Juli 7). SADARI dan SADANIS untuk Deteksi Dini Kanker Payudara.

Sulistyowati, I. (2022). Deteksi Dini Kanker Payudara Dengan SADARI dan SADANIS. Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan, 19–21.


Oleh: Siti Amalina