Apa Itu PCOS? Kenali Gejala dan Dampaknya terhadap Kesehatan
Kenali gejala PCOS sejak dini dan pahami cara diagnosis serta penanganannya.
Kenali gejala kanker payudara serta cara SADARI dan SADANIS untuk membantu menemukan perubahan sejak dini.
Deteksi kanker payudara sejak dini penting dilakukan untuk mengenali perubahan pada payudara sebelum kondisi berkembang lebih lanjut. Pada tahap awal, kanker payudara bisa saja belum menimbulkan gejala yang jelas, terutama ketika ukuran tumor masih kecil.
Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang banyak dialami perempuan di dunia. Di Indonesia, penyakit ini juga termasuk kanker dengan angka kematian tinggi pada perempuan.
Kanker payudara sendiri merupakan tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Kondisi tersebut terjadi ketika sel mengalami pertumbuhan yang tidak normal dan tidak terkendali.
Masalahnya, tidak semua orang menyadari perubahan pada payudaranya. Kurangnya pengetahuan mengenai tanda awal juga dapat membuat kanker payudara terlambat ditemukan.
Karena itu, deteksi kanker payudara sejak dini sangat penting agar perubahan pada payudara bisa lebih cepat dikenali dan diperiksa oleh tenaga kesehatan.

Kanker payudara biasanya belum menghasilkan gejala yang jelas ketika tumor masih berukuran kecil. Padahal, kondisi pada tahap tersebut bisa lebih mudah ditangani dibandingkan ketika sudah berkembang lebih lanjut.
Salah satu masalah yang masih terjadi adalah pasien baru datang ke fasilitas kesehatan ketika kanker sudah berada pada stadium lanjut.
Dalam sumber yang digunakan pada artikel ini disebutkan bahwa sekitar 70% pasien kanker datang ke rumah sakit dalam kondisi stadium lanjut.
Hal ini dapat terjadi karena pasien tidak merasa ada perubahan yang berarti pada payudaranya. Kurangnya informasi mengenai pemeriksaan payudara juga bisa membuat tanda awal tidak segera dikenali.
Oleh sebab itu, melakukan deteksi kanker payudara sejak dini dapat membantu seseorang lebih mengenali kondisi payudaranya dan segera mencari pemeriksaan jika menemukan perubahan.

Gejala kanker payudara bisa berbeda pada setiap orang. Bahkan, tidak semua gejala akan muncul secara bersamaan.
Beberapa perubahan yang perlu diperhatikan antara lain:
Menemukan salah satu tanda tersebut tidak selalu berarti seseorang mengalami kanker payudara.
Namun, perubahan pada payudara tetap perlu diperhatikan. Jika menemukan kondisi yang terasa berbeda dari biasanya, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Jangan menunggu sampai keluhan semakin berat untuk memeriksakan diri.

Kanker payudara dapat terjadi pada berbagai kelompok usia. Namun, risiko penyakit ini dapat meningkat seiring bertambahnya usia.
Sampai saat ini, penyebab pasti kanker payudara belum diketahui sepenuhnya.
Meski begitu, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.
Beberapa di antaranya adalah:
Memiliki satu atau beberapa faktor tersebut bukan berarti seseorang pasti mengalami kanker payudara.
Faktor risiko hanya menunjukkan bahwa seseorang mungkin memiliki risiko yang lebih tinggi. Karena itu, tetap penting untuk memperhatikan kondisi tubuh dan melakukan deteksi kanker payudara sejak dini secara rutin.

Sumber: https://utamasehatisiak.id/berita/tips-menjalani-hidup-sehat-dengan-pola-makan-dan-olahraga-teratur/
Selain memahami faktor risikonya, kebiasaan sehari-hari juga perlu diperhatikan.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga kesehatan antara lain:
Pola hidup sehat memang tidak menjamin seseorang sepenuhnya terbebas dari kanker payudara.
Namun, menjaga gaya hidup sehat dan mengenali perubahan tubuh merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Lalu, bagaimana cara mengenali kanker payudara lebih awal?
Menurut Kementerian Kesehatan RI, terdapat dua metode yang dapat membantu deteksi kanker payudara sejak dini, yaitu:
Kedua pemeriksaan tersebut memiliki cara yang berbeda.
SADARI dilakukan secara mandiri untuk mengenali kondisi payudara. Sementara itu, SADANIS dilakukan langsung oleh tenaga kesehatan yang kompeten.

SADARI merupakan singkatan dari perikSA payuDAra sendiRI.
SADARI adalah metode pemeriksaan payudara yang dilakukan sendiri untuk mengenali kondisi normal payudara sekaligus memperhatikan adanya perubahan yang tidak biasa.
Pemeriksaan ini dapat menjadi salah satu langkah sederhana dalam deteksi kanker payudara sejak dini.
Dengan terbiasa memperhatikan payudara, seseorang bisa lebih mudah mengetahui jika suatu saat terdapat perubahan pada bentuk, kulit, puting, atau area di sekitar payudara.

SADARI dianjurkan mulai dilakukan sejak usia 20 tahun dan dilakukan secara rutin setiap bulan.
Bagi wanita yang masih mengalami menstruasi, waktu yang dianjurkan untuk melakukan SADARI adalah sekitar hari ke-7 hingga ke-10 setelah hari pertama menstruasi.
Pada periode tersebut, jaringan payudara umumnya tidak terlalu padat dan tidak terlalu nyeri. Kondisi ini dapat membuat perubahan pada payudara lebih mudah dikenali.
Sementara itu, bagi wanita yang sudah menopause, SADARI dapat dilakukan pada tanggal yang sama setiap bulan.
Memilih tanggal yang sama dapat membantu pemeriksaan dilakukan secara rutin dan lebih mudah diingat.
Melakukan SADARI tidak memerlukan peralatan khusus.
Pemeriksaan dilakukan dengan memperhatikan dan meraba bagian payudara secara perlahan.
Berikut langkah-langkahnya:
Berdirilah di depan cermin dan perhatikan kondisi kedua payudara.
Lihat apakah terdapat perubahan pada bentuk, ukuran, kulit, atau posisi puting dibandingkan kondisi biasanya.
Ubah posisi tangan ketika melihat payudara di depan cermin.
Perubahan posisi dapat membantu melihat kondisi payudara dari sudut yang berbeda.
Gunakan tangan untuk meraba seluruh bagian payudara secara perlahan.
Perhatikan apakah terdapat bagian yang terasa berbeda atau muncul benjolan yang sebelumnya tidak ada.
Jangan lupa memperhatikan bagian puting.
Amati apakah terdapat perubahan bentuk atau keluarnya cairan yang tidak biasa.
Pemeriksaan juga dapat dilakukan dalam posisi berbaring.
Raba seluruh bagian payudara secara perlahan dan rasakan apakah terdapat perubahan dari kondisi biasanya.
SADARI tidak hanya berfokus pada payudara.
Area ketiak juga perlu diperiksa. Perhatikan apakah terdapat benjolan atau perubahan lain yang terasa tidak biasa.

(Sumber ilustrasi: OneOnco, 2020)

Selain SADARI, deteksi kanker payudara sejak dini juga dapat dilakukan melalui SADANIS.
SADANIS merupakan singkatan dari perikSA payuDAra kliNIS.
Berbeda dengan SADARI yang dilakukan sendiri, SADANIS dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten, seperti dokter atau tenaga kesehatan terlatih.
Pemeriksaan ini bertujuan melihat dan meraba kondisi payudara secara langsung untuk mengetahui apakah terdapat kelainan.

Saat menjalani SADANIS, tenaga kesehatan akan melakukan beberapa tahap pemeriksaan.
Dokter akan memperhatikan kondisi payudara, termasuk kulit dan puting.
Tujuannya untuk mengetahui apakah terdapat perubahan yang terlihat secara fisik.
Pasien kemudian dapat diminta untuk berbaring.
Dokter akan melakukan perabaan pada area payudara, ketiak, dan sekitar tulang selangka.
Pasien dapat diminta mengangkat tangan atau meletakkannya di samping tubuh maupun di area pinggul.
Posisi tersebut membantu tenaga kesehatan melihat kondisi payudara dari berbagai posisi.
Dokter juga dapat menekan bagian puting secara lembut.
Langkah ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat cairan yang keluar dari puting.
SADANIS membantu melengkapi pemeriksaan mandiri dan menjadi bagian penting dalam deteksi kanker payudara sejak dini.
Menemukan benjolan pada payudara tidak selalu berarti kanker.
Namun, benjolan tetap perlu diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.
Dalam artikel sumber disebutkan bahwa apabila ditemukan benjolan yang sudah cukup besar, sekitar 1 cm, dokter dapat melakukan atau menyarankan pemeriksaan lanjutan.
Beberapa pemeriksaan tersebut antara lain:
Jenis pemeriksaan lanjutan akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien dan pertimbangan tenaga kesehatan.
Karena itu, jangan mencoba menentukan sendiri apakah suatu benjolan berbahaya atau tidak.
Jika menemukan perubahan pada payudara, lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan.
Salah satu alasan deteksi kanker payudara sejak dini penting adalah karena kanker payudara pada tahap awal mungkin belum menimbulkan keluhan yang terasa jelas.
Seseorang bisa merasa baik-baik saja meskipun sudah terdapat perubahan pada jaringan payudara.
Karena itu, mengenali kondisi normal payudara menjadi langkah yang penting.
Semakin terbiasa memperhatikan tubuh, semakin mudah pula mengenali sesuatu yang terasa berbeda.
SADARI dapat dilakukan secara mandiri sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi payudara. Sementara itu, SADANIS memberikan pemeriksaan secara klinis oleh tenaga kesehatan.
Jika ditemukan kelainan saat melakukan SADARI, jangan langsung panik.
Segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut agar penyebab perubahan tersebut dapat diketahui dengan tepat.
Deteksi kanker payudara sejak dini penting dilakukan karena penyakit ini dapat berkembang tanpa memberikan gejala yang jelas pada tahap awal.
Perubahan yang perlu diperhatikan antara lain benjolan pada payudara, puting tertarik ke dalam, perubahan kulit seperti kulit jeruk, serta keluarnya cairan yang tidak biasa dari puting.
Deteksi dini dapat dilakukan melalui SADARI dan SADANIS.
SADARI membantu seseorang mengenali kondisi payudaranya secara mandiri. Sementara itu, SADANIS dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk menilai kondisi payudara secara klinis.
Jika menemukan perubahan yang terasa tidak biasa, jangan langsung menyimpulkan bahwa perubahan tersebut merupakan kanker.
Namun, jangan pula mengabaikannya.
Segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut agar kondisi tersebut dapat diketahui dengan tepat.
Deteksi kanker payudara sejak dini adalah upaya mengenali perubahan pada payudara sedini mungkin. Salah satu caranya adalah melalui SADARI dan SADANIS.
SADARI merupakan pemeriksaan payudara yang dilakukan sendiri. Sementara itu, SADANIS merupakan pemeriksaan payudara secara klinis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan.
Bagi wanita yang masih menstruasi, SADARI dapat dilakukan sekitar hari ke-7 hingga hari ke-10 setelah hari pertama menstruasi.
Bagi wanita yang sudah menopause, SADARI dapat dilakukan pada tanggal yang sama setiap bulan agar lebih mudah diingat.
Tidak. Benjolan pada payudara tidak selalu menandakan kanker.
Namun, benjolan atau perubahan yang baru ditemukan tetap perlu diperiksa oleh tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya.
Beberapa perubahan yang perlu diperhatikan antara lain munculnya benjolan, puting tertarik ke dalam, kulit payudara menyerupai kulit jeruk, atau keluarnya cairan yang tidak biasa dari puting.
Jika menemukan perubahan yang terasa tidak biasa, lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan. Tenaga kesehatan dapat melakukan SADANIS dan menentukan apakah diperlukan pemeriksaan tambahan.
Asmalinda, W. (2022). Deteksi Dini Kanker Payudara Menggunakan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) (Early Detection of Breast Cancer Using Breast Self-Examination). Jurnal Abdikemas Vol 4 Nomor 1, 10–17.
(n.d.). Kemenkes Unit Pelayanan Kesehatan. Deteksi Dini Kanker Payudara dengan SADARI dan SADANIS.
Klaten, R. d. (2025, Agustus 25). Kemenkes Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Deteksi Dini Kanker Payudara (Breast Cancer): Semakin Cepat Semakin Besar Peluang Sembuh.
Marfianti, E. (2021). Peningkatan Pengetahuan Kanker Payudara dan Keterampilan Periksa Payudara Sendiri (SADARI) untuk Deteksi Dini Kanker Payudara di Semutan Jatimulyo Dlingo. JAMALI – Jurnal Abdimas Madani dan Lestari, 25–31.
OneOnco. (2020, Oktober). Indonesia Cancer Community. Deteksi Dini Kanker Payudara.
Siloam. (2026, Juli 7). SADARI dan SADANIS untuk Deteksi Dini Kanker Payudara.
Sulistyowati, I. (2022). Deteksi Dini Kanker Payudara Dengan SADARI dan SADANIS. Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan, 19–21.
Oleh: Siti Amalina
Edukasi Kesehatan
Kenali gejala PCOS sejak dini dan pahami cara diagnosis serta penanganannya.
Edukasi Kesehatan
Kenali endometriosis, mulai dari gejala, faktor risiko, nyeri, komplikasi, terapi, hingga risiko kekambuhan.
Edukasi Kesehatan
Kenali PCOS, mulai dari gejala, faktor penyebab, pencegahan, hingga pilihan pengobatan yang dapat dilakukan.
Edukasi Kesehatan
Kenali penyebab, tanda, gejala, dan cara mencegah osteoporosis sejak dini agar kesehatan tulang tetap terjaga.
Edukasi Kesehatan
Kenali ciri keputihan normal, tanda keputihan tidak normal, faktor penyebab, dan perbedaan warna cairannya.