Penyebab Nyeri Haid Yang Tak Tertahankan - Gejala dan Cara Mengatasinya
30 Sep 2026 10:19 WIB

Penyebab Nyeri Haid Yang Tak Tertahankan - Gejala dan Cara Mengatasinya

Kenali penyebab nyeri haid berat, gejala yang perlu diperhatikan, dan cara mengatasinya.

Penyebab Nyeri Haid Yang Tak Tertahankan - Gejala dan Cara Mengatasinya

Penyebab nyeri haid yang tak tertahankan dapat berkaitan dengan dismenor primer maupun sekunder. Dismenor adalah nyeri saat haid yang bisa menimbulkan rasa tidak nyaman hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Nyeri dapat muncul sebelum haid lalu berkurang ketika darah haid keluar, atau baru benar-benar hilang setelah masa haid selesai. Dismenor primer terjadi tanpa kelainan pada sistem reproduksi, sedangkan dismenor sekunder disertai kelainan pada sistem reproduksi.

Baca Juga: Benarkah Nyeri Haid Pertanda Sulit Hamil? Ini Penjelasannya

Gejala Umum Dismenor

Penyebab Nyeri Haid Yang Tak Tertahankan - Gejala dan Cara Mengatasinya

Nyeri menstruasi tidak selalu hanya terasa di perut. Beberapa gejala yang dapat menyertai dismenor antara lain:

  • Nyeri di daerah pinggang
  • Tubuh terasa lemah
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Sakit kepala
  • Konsentrasi menurun
  • Emosi lebih labil

Penyebab Nyeri Haid yang Tak Tertahankan

Penyebab Nyeri Haid Yang Tak Tertahankan - Gejala dan Cara Mengatasinya

Dismenor Primer

Saat haid, terjadi peningkatan pelepasan hormon tertentu, yaitu estrogen, tresserone, adrenalin, dan prostaglandin. Dismenor primer kerap berkaitan dengan prostaglandin yang memicu kontraksi rahim.

Kontraksi tersebut dapat mengurangi aliran darah ke rahim dan memicu nyeri. Produksi prostaglandin yang berlebih dapat membuat kontraksi otot lebih kuat sehingga nyeri terasa semakin parah.

Dismenor primer biasanya mulai terjadi sejak haid pertama pada usia 10–15 tahun hingga sekitar usia 25 tahun. Kondisi ini tidak berhubungan dengan kelainan sistem reproduksi dan sering dianggap sebagai keluhan biasa saat haid.

Faktor yang dapat berkaitan dengan dismenor primer meliputi:

  • Usia saat pertama kali haid atau menarche
  • Siklus haid
  • Lama haid
  • Tingkat stres
  • Pola makan
  • Riwayat keluarga

Dismenor Sekunder

Dismenor sekunder memiliki penyebab patologis tertentu, misalnya fibromioma dan endometriosis. Kondisi ini dapat muncul kapan saja setelah haid pertama, tetapi paling sering terjadi pada usia 20–30 tahunan, termasuk pada wanita yang sebelumnya tidak mengalami dismenor.

Beberapa penyebab dismenor sekunder meliputi:

  • Penggunaan IUD, KB spiral, atau AKDR
  • Endometriosis
  • Tumor jinak rahim
  • Kista ovarium
  • Sel telur terpuntir
  • Gangguan atau sumbatan di panggul
  • Tumor jinak otot rahim
  • Jaringan endometrium yang berada di panggul
  • Penyakit radang panggul kronis
  • Tumor ovarium dan polip endometrium
  • Kelainan letak rahim, seperti retrofleksi, hiperanfleksi, dan retrofleksi terfikasi
  • Faktor psikis

Kapan Nyeri Haid Perlu Diperiksakan?

Nyeri haid yang tak tertahankan besar kemungkinan terjadi pada dismenor sekunder. Namun, untuk memastikan apakah terdapat kelainan pada sistem reproduksi, pemeriksaan oleh dokter spesialis kandungan tetap diperlukan.

Kebiasaan hidup dan apa yang dikonsumsi dapat memengaruhi siklus haid. Karena itu, pola hidup perlu diperhatikan untuk membantu mencegah masalah saat ini maupun di kemudian hari.

Segera perhatikan jika muncul:

  • Perdarahan haid yang memanjang
  • Volume darah lebih banyak dari biasanya
  • Benjolan yang tidak biasa pada sistem reproduksi
  • Nyeri tetap tak tertahankan meski sudah menggunakan obat pereda nyeri
  • Nyeri sampai mengganggu aktivitas sehari-hari

Cara Mengatasi Nyeri Haid

Beberapa cara yang dapat dilakukan sesuai kondisi meliputi:

  1. Mengonsumsi obat pereda nyeri.
  2. Mengonsumsi suplemen, vitamin, dan mineral seperti kalsium, mangan, vitamin B, dan vitamin E.
  3. Melakukan senam dismenor.
  4. Menggunakan kompres hangat.
  5. Mengelola tingkat stres.
  6. Mencapai berat badan ideal.
  7. Melakukan aktivitas fisik secara rutin.
  8. Rutin kontrol ke dokter spesialis kandungan untuk tindakan lebih lanjut.

Simak Juga: Bolehkah Makan Nanas Saat Haid? Ketahui Jawabannya di Sini

Kesimpulan

Penyebab nyeri haid yang tak tertahankan dapat berasal dari dismenor primer maupun sekunder. Jika nyeri sangat berat, tidak membaik dengan obat pereda nyeri, disertai perdarahan tidak biasa, atau mengganggu aktivitas, pemeriksaan lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui penyebabnya.

FAQ

Apa penyebab utama nyeri haid?

Nyeri haid dapat terjadi akibat kontraksi rahim yang berkaitan dengan prostaglandin. Pada dismenor sekunder, nyeri juga dapat berhubungan dengan kelainan pada sistem reproduksi.

Apakah nyeri haid yang sangat berat itu normal?

Nyeri haid yang tak tertahankan, terutama jika mengganggu aktivitas atau tidak membaik setelah menggunakan obat pereda nyeri, perlu diperhatikan dan diperiksakan lebih lanjut.

Apa perbedaan dismenor primer dan sekunder?

Dismenor primer terjadi tanpa kelainan pada sistem reproduksi. Dismenor sekunder terjadi bersama penyakit atau kelainan pada organ reproduksi.

References

Hia, M. H. (2025). Hubungan Menarche, Kebiasaan Olahraga, dan Lama Menstruasi dengan Kejadian Dismenore Primer pada Remaja Putri Kelas X di SMAN 1 Sindangbarang Kabupaten CIanjur. Dohara Publisher Open Access Journal, 203-209.

Nisa, R. L. (2025). Efektifitas Senam Dismenor terhadap Nyeri Dismenore Primer pada Remaja Putri Kelas IX di SMP YP 17 Nagreg Tahun 2025. STIKES Darma Husada, 1-6.

Pangestuti, M. N. (2024). Hubungan Antara Penggunaan Suplemen dan Mikronutrien dengan Tingkat Nyeri Dismenore pada Remaja Putri. Jurnal Farmasi Komunitas, 39-43.

Sagita, W. (2026). Hubungan Riwayat Dismenore pada Keluarga dengan Kejadian Dismenore Primer pada Remaja Putri di SMA X Jakarta Selatan tahun 2024. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 39-44.

Wati, P. S. (2026). Pengaruh Pola Makanan Cepat Saji Terhadap Dismenorea Primer Pada Remaja Putri: Literature Review. Journal of Midwifery and Health Science of Sultan Agung, 30-48.

Wiyatagati, F. A. (2025). Variabilitas Derajat Dismenore Pada Wanita: Peran Prostaglandin. Jurnal Kesehatan, 278-286.

Baca Artikel Menses Lainnya di Official Website Menses

Untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap, artikel terkait, dan berbagai edukasi seputar menstruasi serta kesehatan wanita, kunjungi Official Website Menses.

Temukan berbagai informasi menarik dan mudah dipahami melalui:

Yuk, lanjut baca artikel Menses lainnya untuk menambah informasi dan membantu kamu lebih memahami kesehatan tubuh serta siklus menstruasi.