Fakta fakta Bercinta saat Menstruasi
Pahami keamanan, risiko kehamilan, IMS, dan tips menjaga kenyamanan saat berhubungan intim ketika haid.
Kenali penyebab PMS, gejala fisik dan emosional, serta cara membantu meredakannya dengan tepat.
Pernah merasa lebih sensitif, mudah kesal, ingin menangis, atau tiba-tiba ngidam beberapa hari sebelum menstruasi? Kalau iya, kamu mungkin pernah bertanya-tanya apa itu PMS dan kenapa kondisi ini bisa membuat tubuh sekaligus mood terasa berbeda dari biasanya.
PMS atau premenstrual syndrome adalah kumpulan gejala fisik, emosional, dan perilaku yang muncul berulang menjelang menstruasi. Keluhan biasanya muncul pada fase luteal, yaitu fase setelah ovulasi hingga menstruasi dimulai, kemudian berkurang setelah haid datang (ACOG, 2023; RCOG).
Simak juga Telat Haid, Nyeri Menstruasi, dan Siklus Tidak Teratur? Kenali Penyebabnya dan Cara Mengatasinya!
Jadi, PMS bukan sekadar bad mood sebelum haid. Perubahan suasana hati memang termasuk gejalanya, tetapi kembung, nyeri payudara, sakit kepala, mudah lelah, perubahan nafsu makan, sampai gangguan tidur juga dapat terjadi.
.png?1788508571610)
Secara sederhana, apa itu PMS dapat dijawab sebagai kumpulan keluhan yang muncul secara berulang sebelum menstruasi dan membaik setelah menstruasi dimulai. PMS merupakan singkatan dari premenstrual syndrome atau sindrom pramenstruasi.
Hal yang penting bukan hanya jenis gejalanya, tetapi juga kapan gejala tersebut muncul. Konsensus International Society for Premenstrual Disorders (ISPMD) menyebutkan bahwa pola waktu merupakan bagian penting dalam mengenali gangguan pramenstruasi: gejala berulang pada fase luteal, membaik setelah menstruasi, dan terdapat periode dengan gejala minimal atau tanpa gejala setelahnya (Archives of Women's Mental Health, 2013).
Artinya, merasa sedih atau lelah pada satu hari tertentu belum otomatis berarti PMS. Untuk memastikan polanya, gejala perlu dilihat dalam kaitannya dengan siklus menstruasi.
Keluhan PMS juga dapat berbeda pada setiap orang. Bahkan pada orang yang sama, intensitasnya dapat berubah dari satu siklus ke siklus berikutnya.

Setelah memahami apa itu PMS, kamu mungkin bertanya kapan sebenarnya PMS mulai muncul.
PMS umumnya terjadi pada fase luteal, yaitu periode setelah ovulasi dan sebelum menstruasi. Pada sebagian orang, keluhan dapat mulai terasa sekitar satu hingga dua minggu sebelum haid dan kemudian mereda ketika menstruasi dimulai atau beberapa hari setelahnya (RCOG; NHS).
Karena panjang siklus menstruasi setiap orang berbeda, tidak ada tanggal PMS yang sama untuk semua perempuan.
Sebagai contoh, seseorang dengan siklus 28 hari mungkin mulai merasakan perubahan beberapa hari hingga sekitar dua minggu sebelum menstruasi. Namun, pola tersebut tidak selalu berlaku pada siklus yang lebih panjang, lebih pendek, atau tidak teratur.
Itulah sebabnya mencatat siklus menstruasi sekaligus gejala yang dirasakan bisa membantu kamu mengenali pola tubuh sendiri.

Salah satu alasan orang mencari tahu apa itu PMS adalah perubahan mood yang terasa begitu nyata menjelang menstruasi.
Kamu mungkin merasa biasa saja pada pagi hari, lalu menjadi lebih mudah kesal beberapa jam kemudian. Ada juga yang merasa sedih, lebih sensitif, cemas, atau mudah tersinggung tanpa penyebab yang jelas.
Lalu, apakah semuanya terjadi karena hormon?
Jawabannya lebih kompleks daripada sekadar “hormon sedang tidak seimbang”.
Estrogen dan progesteron secara alami berubah sepanjang siklus menstruasi. Setelah ovulasi, kadar hormon mengalami perubahan dan kemudian menurun menjelang menstruasi apabila kehamilan tidak terjadi.
Penelitian menunjukkan bahwa gangguan pramenstruasi kemungkinan bukan sekadar disebabkan kadar hormon yang terlalu tinggi atau terlalu rendah. Sebagian orang tampaknya memiliki sistem saraf yang lebih sensitif terhadap perubahan hormon yang sebenarnya normal selama siklus menstruasi (Frontiers in Psychiatry, 2024).
Jadi, dua orang dapat mengalami perubahan hormonal yang serupa tetapi merasakan efek emosional yang berbeda.
Progesteron dapat menghasilkan metabolit neuroaktif bernama allopregnanolone. Senyawa ini berinteraksi dengan reseptor GABA-A di otak, yaitu sistem yang berperan dalam mengatur aktivitas saraf, stres, dan suasana hati.
Penelitian mengenai mekanisme ini terutama berkembang pada PMDD atau gangguan pramenstruasi yang lebih berat. Studi menunjukkan bahwa respons sistem saraf terhadap perubahan allopregnanolone mungkin berbeda pada individu yang rentan (Neuroscience & Biobehavioral Reviews, 2023).
Temuan tersebut membantu menjelaskan kenapa perubahan hormon dapat berkaitan dengan kecemasan, mudah marah, atau perubahan suasana hati pada sebagian orang. Namun, mekanisme PMS dan PMDD masih terus diteliti dan belum dapat dijelaskan oleh satu hormon atau satu neurotransmiter saja.
Serotonin adalah neurotransmiter atau pembawa pesan kimia di otak yang ikut berperan dalam mengatur suasana hati, tidur, dan berbagai fungsi tubuh lainnya.
Interaksi antara hormon ovarium dan sistem serotonin dianggap menjadi salah satu bagian dari mekanisme gangguan pramenstruasi. Hal ini juga didukung oleh bukti bahwa obat kelompok selective serotonin reuptake inhibitors atau SSRI dapat membantu sebagian pasien dengan PMS berat atau PMDD (Cochrane Database of Systematic Reviews, 2024).
Namun, bukan berarti mood swing sebelum menstruasi terjadi hanya karena “kekurangan serotonin”. Penyebab PMS melibatkan interaksi biologis yang jauh lebih kompleks.

Kalau sudah memahami apa itu PMS, mengenali gejalanya menjadi langkah berikutnya.
Gejala PMS dapat berupa keluhan fisik, emosional, maupun perubahan perilaku. Tidak semua orang mengalami seluruh gejala tersebut.
Beberapa perubahan yang sering dilaporkan antara lain:
Perubahan mood termasuk keluhan PMS yang cukup umum. Namun, intensitasnya dapat sangat berbeda pada setiap orang (RCOG; NHS).
Selain mood, tubuh juga dapat mengalami perubahan seperti:
NHS memasukkan kembung, kram, nyeri payudara, sakit kepala, kelelahan, perubahan nafsu makan, dan gangguan tidur sebagai beberapa keluhan yang umum terjadi menjelang menstruasi (NHS).
Gejala fisik dan emosional dapat muncul bersamaan. Misalnya, kurang tidur karena tubuh terasa tidak nyaman dapat membuat seseorang semakin mudah tersinggung keesokan harinya.
Baca Juga: Tubuhmu Sudah Kasih Kode? Kenali Tanda Akan Menstruasi, Yuk!

Setelah mengetahui apa itu PMS, mungkin kamu mulai menyadari bahwa pengalaman PMS temanmu belum tentu sama dengan pengalamanmu.
Hal ini wajar karena respons tubuh terhadap perubahan siklus menstruasi dapat berbeda.
Penelitian mengenai PMS menunjukkan bahwa mekanismenya kemungkinan melibatkan kombinasi perubahan steroid ovarium, neurosteroid, sistem neurotransmiter, serta kerentanan individual. Faktor biologis maupun psikososial juga terus dipelajari (Frontiers in Psychiatry, 2024).
Karena itu, ada orang yang hanya merasa sedikit kembung menjelang haid. Sementara itu, orang lain dapat mengalami perubahan mood, nyeri payudara, sakit kepala, kelelahan, serta gangguan konsentrasi secara bersamaan.
Gejalanya pun tidak harus identik setiap bulan.

Tidak selalu.
Mood swing yang kebetulan terjadi sebelum menstruasi belum cukup untuk memastikan bahwa seseorang mengalami PMS. Gangguan kecemasan, depresi, stres berat, kurang tidur, kondisi tiroid, maupun masalah kesehatan lainnya dapat menimbulkan gejala yang menyerupai atau memburuk menjelang menstruasi.
Dalam konsep premenstrual exacerbation, seseorang memiliki kondisi yang sebenarnya muncul sepanjang bulan tetapi gejalanya menjadi lebih berat menjelang menstruasi. Kondisi tersebut berbeda dari PMS klasik, di mana gejala mengikuti pola siklus yang lebih jelas (ISPMD, 2013).
Itulah sebabnya diagnosis tidak sebaiknya dibuat hanya berdasarkan satu atau dua episode mood swing.
Saat mencari apa itu PMS, penting juga mengetahui bagaimana pola PMS dinilai.
Salah satu langkah yang direkomendasikan adalah mencatat gejala setiap hari selama setidaknya dua siklus menstruasi berturut-turut. Catatan dapat mencakup jenis gejala, tingkat keparahan, kapan mulai muncul, kapan menghilang, dan apakah keluhan mengganggu aktivitas sehari-hari (ISPMD; RCOG).
Kamu bisa mencatat:
Catatan ini bukan hanya membantu mengenali pola tubuh. Jika kamu kemudian berkonsultasi dengan dokter, informasi tersebut juga dapat membantu proses evaluasi.
PMS dan PMDD sering dianggap sama, padahal tingkat keparahannya berbeda.
PMS mencakup berbagai gejala fisik dan emosional menjelang menstruasi. Sementara PMDD atau premenstrual dysphoric disorder merupakan bentuk gangguan pramenstruasi dengan gejala emosional yang jauh lebih berat dan dapat mengganggu aktivitas, pekerjaan, sekolah, serta hubungan sosial secara signifikan.
PMDD dapat menimbulkan iritabilitas berat, depresi, kecemasan, perubahan mood yang intens, kesulitan berkonsentrasi, dan berbagai gejala lainnya. Penilaian klinis dibutuhkan karena gejalanya dapat menyerupai gangguan kesehatan mental lain (ACOG, 2023; NHS).
Singkatnya:
|
PMS |
PMDD |
|
Gejala fisik dan emosional dapat muncul |
Gejala emosional biasanya lebih berat |
|
Intensitas bervariasi |
Dapat sangat mengganggu fungsi sehari-hari |
|
Tidak selalu membutuhkan terapi medis |
Sering membutuhkan evaluasi dan penanganan profesional |
|
Membaik setelah menstruasi |
Juga mengikuti pola siklus menstruasi |
PMDD bukan sekadar “PMS yang agak parah”. Kondisi ini membutuhkan perhatian klinis terutama apabila perubahan suasana hati sudah sangat mengganggu kehidupan sehari-hari.
Keluhan ringan menjelang menstruasi cukup umum terjadi. RCOG menyebut sekitar 4 dari 10 perempuan mengalami gejala PMS, sementara hanya sebagian yang mengalami gejala berat. Namun, angka prevalensi dapat berbeda antarpenelitian karena metode dan kriteria diagnosis yang digunakan tidak selalu sama (RCOG).
Jadi, perubahan ringan menjelang menstruasi memang sering terjadi, tetapi bukan berarti semua keluhan harus dianggap sepele.
Jika gejala membuat kamu berulang kali tidak bisa bekerja, belajar, beraktivitas, atau berhubungan dengan orang lain seperti biasanya, kondisi tersebut layak dievaluasi oleh tenaga kesehatan.
Setelah mengenal apa itu PMS, pertanyaan selanjutnya biasanya adalah bagaimana cara mengurangi keluhannya.
Penanganan PMS bergantung pada jenis dan tingkat keparahan gejala. ACOG merekomendasikan pendekatan yang dapat mencakup edukasi, perubahan gaya hidup, intervensi psikologis, terapi hormonal, maupun obat nonhormonal sesuai kebutuhan individu (ACOG, 2023).
Langkah sederhana yang cukup penting adalah membuat catatan gejala dan siklus menstruasi.
Catatan selama minimal dua siklus dapat membantu mengetahui apakah keluhan benar-benar konsisten muncul sebelum menstruasi. Kamu juga dapat mengetahui gejala mana yang paling mengganggu.
Misalnya, mungkin keluhan utamamu bukan mood swing, tetapi sakit kepala atau kesulitan tidur.
Olahraga secara teratur berpotensi membantu mengurangi gejala PMS.
Sebuah systematic review dan meta-analysis terhadap uji klinis acak menemukan bahwa intervensi olahraga berkaitan dengan penurunan skor gejala PMS secara keseluruhan, termasuk gejala fisik dan psikologis. Namun, penelitian yang dianalisis memiliki variasi yang cukup besar sehingga kualitas buktinya masih perlu ditingkatkan (BJGP Open, 2020).
Kamu tidak harus langsung melakukan olahraga berat. Aktivitas seperti jalan cepat, bersepeda, berenang, atau aktivitas fisik lain yang nyaman dapat menjadi pilihan.
Kurang tidur bisa membuat tubuh terasa lebih lelah dan emosi lebih sulit dikelola.
Karena gangguan tidur juga dapat muncul sebagai bagian dari PMS, menjaga jadwal tidur yang teratur dan mencukupi kebutuhan istirahat merupakan bagian dari self-care yang masuk akal.
NHS juga memasukkan tidur cukup sebagai salah satu langkah gaya hidup yang dapat dicoba untuk membantu mengelola keluhan PMS (NHS).
Stres tidak selalu menjadi penyebab langsung PMS, tetapi kondisi emosional dan tekanan sehari-hari dapat memengaruhi bagaimana seseorang merasakan gejalanya.
Teknik relaksasi, meditasi, yoga, aktivitas fisik, atau melakukan kegiatan yang membuat tubuh lebih rileks dapat dicoba.
Systematic review dan meta-analysis mengenai yoga menemukan potensi perbaikan gejala PMS. Meski demikian, kualitas dan jumlah penelitian masih perlu dipertimbangkan sehingga yoga sebaiknya dilihat sebagai salah satu strategi pendamping, bukan pengobatan tunggal untuk semua orang (Journal of Psychosomatic Obstetrics & Gynecology, 2022).
Menjaga pola makan bergizi seimbang tetap penting untuk kesehatan secara umum, termasuk selama siklus menstruasi.
Beberapa penelitian juga mengevaluasi kalsium dalam kaitannya dengan PMS. Systematic review tahun 2020 menemukan indikasi bahwa suplementasi kalsium dapat bermanfaat pada sebagian gejala PMS, tetapi peneliti menegaskan masih diperlukan uji klinis dengan desain dan jumlah peserta yang lebih baik untuk memastikan hubungan tersebut (International Journal of Preventive Medicine, 2020).
Karena itu, jangan langsung mengonsumsi suplemen dosis tinggi hanya karena sedang PMS.
Kebutuhan suplemen dapat berbeda pada setiap orang dan penggunaan berlebihan juga tidak selalu aman. Jika ingin menggunakan suplemen secara rutin, terutama jika sedang mengonsumsi obat atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau apoteker.
Pada PMS ringan, perubahan gaya hidup dan pemantauan gejala mungkin sudah cukup membantu sebagian orang.
Namun, jika gejala lebih berat dan mengganggu fungsi sehari-hari, dokter dapat mempertimbangkan terapi lain sesuai kondisi pasien. Pilihannya dapat mencakup obat tertentu, terapi psikologis, atau terapi hormonal (ACOG, 2023).
Selective serotonin reuptake inhibitors atau SSRI merupakan kelompok obat antidepresan yang juga digunakan dalam penanganan PMS berat dan PMDD.
Cochrane Review tahun 2024 menyimpulkan bahwa SSRI kemungkinan dapat mengurangi gejala PMS dan PMDD. Namun, efek samping seperti mual, rasa lemas, dan mengantuk juga lebih sering terjadi pada pengguna SSRI dibandingkan plasebo (Cochrane Database of Systematic Reviews, 2024).
SSRI merupakan obat resep sehingga penggunaannya harus berdasarkan evaluasi tenaga medis.
Jangan memulai, mengubah dosis, atau menghentikan obat antidepresan sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter.
Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat mempertimbangkan kontrasepsi hormonal.
Cochrane Review tahun 2023 menemukan bahwa pil kontrasepsi kombinasi yang mengandung drospirenone dan etinilestradiol dapat membantu memperbaiki gejala pramenstruasi pada sebagian perempuan, terutama peserta penelitian yang sebagian besar mengalami PMDD. Namun, kualitas bukti bervariasi dan efek samping juga perlu dipertimbangkan (Cochrane Database of Systematic Reviews, 2023).
Karena tidak semua jenis kontrasepsi cocok untuk semua orang, keputusan penggunaannya perlu mempertimbangkan riwayat kesehatan dan faktor risiko masing-masing.
Memahami apa itu PMS juga berarti tahu kapan keluhan tidak sebaiknya diabaikan.
Pertimbangkan berkonsultasi dengan dokter apabila:
NHS menyarankan evaluasi medis jika gejala PMS memengaruhi kehidupan sehari-hari atau tidak membaik setelah mencoba perubahan gaya hidup (NHS).
Jika muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri, keinginan bunuh diri, atau merasa tidak mampu menjaga keselamatan diri, jangan menunggu menstruasi datang untuk melihat apakah perasaan tersebut membaik. Segera cari bantuan medis darurat, hubungi layanan darurat setempat, atau minta orang yang kamu percaya menemani mencari pertolongan.
Kalau dirangkum, apa itu PMS? PMS adalah kumpulan gejala fisik, emosional, dan perilaku yang muncul secara berulang menjelang menstruasi dan biasanya membaik setelah menstruasi dimulai.
Mood naik turun saat PMS bukan berarti seseorang “terlalu sensitif”. Penelitian menunjukkan bahwa perubahan hormon sepanjang siklus dapat berinteraksi dengan sistem saraf dan neurotransmiter di otak. Pada sebagian orang, respons terhadap perubahan tersebut tampaknya lebih sensitif daripada pada orang lain (Neuroscience & Biobehavioral Reviews, 2023; Frontiers in Psychiatry, 2024).
Meski begitu, PMS tidak hanya soal hormon dan tidak semua perubahan mood sebelum menstruasi otomatis merupakan PMS.
Mencatat gejala selama beberapa siklus dapat membantu mengenali pola. Jika keluhannya berat atau mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, konsultasi dengan tenaga kesehatan adalah pilihan yang tepat.

Selain mencatat berapa hari siklus menstruasi setiap bulan, menjaga pola hidup sehat dan memperhatikan perubahan tubuh juga penting. Jika menstruasi datang bersama rasa tidak nyaman atau nyeri haid, kamu dapat mempertimbangkan produk herbal sebagai pendamping perawatan diri sesuai aturan penggunaan.
Menses 18 Kapsul Herbal Pelancar Haid & Pereda Nyeri Menstruasi Alami dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu menjaga kenyamanan selama menstruasi. Produk herbal tetap sebaiknya digunakan sesuai petunjuk pada kemasan dan tidak digunakan sebagai pengganti pemeriksaan atau pengobatan medis apabila terdapat gangguan menstruasi yang menetap.
🌷 beli di sini sekarang ya store.menses.id/
Apa itu PMS adalah kumpulan gejala fisik, emosional, dan perilaku yang muncul sebelum menstruasi dan biasanya berkurang setelah haid dimulai. Gejalanya dapat berupa mood swing, mudah marah, kembung, nyeri payudara, sakit kepala, dan perubahan nafsu makan (ACOG; NHS).
PMS dapat mulai muncul beberapa hari hingga sekitar satu atau dua minggu sebelum menstruasi. Waktunya berbeda pada setiap orang karena bergantung pada pola siklus menstruasi masing-masing (RCOG).
Perubahan hormon setelah ovulasi berinteraksi dengan sistem saraf yang mengatur suasana hati. Penelitian juga mempelajari peran neurosteroid seperti allopregnanolone serta sistem GABA dan serotonin. Namun, mekanismenya kompleks dan belum sepenuhnya dipahami (Neuroscience & Biobehavioral Reviews, 2023).
Tidak. PMS adalah kumpulan gejala yang biasanya muncul sebelum menstruasi, sedangkan menstruasi adalah keluarnya darah dari rahim sebagai bagian dari siklus menstruasi.
Tidak semua orang mengalami PMS dengan tingkat yang sama. Keluhan ringan menjelang menstruasi cukup umum, tetapi sebagian orang hampir tidak merasakan gejala dan sebagian lainnya dapat mengalami keluhan yang cukup berat (RCOG).
PMDD merupakan gangguan pramenstruasi dengan gejala emosional yang lebih berat dan dapat mengganggu fungsi sehari-hari secara signifikan. Jika perubahan mood sangat intens atau mengganggu pekerjaan, sekolah, maupun hubungan sosial, sebaiknya dilakukan evaluasi medis (ACOG, 2023).
Catat gejala setiap hari selama minimal dua siklus menstruasi. Perhatikan apakah gejala konsisten muncul menjelang menstruasi dan berkurang setelah haid dimulai. Pencatatan prospektif selama dua siklus direkomendasikan untuk membantu mengevaluasi pola gangguan pramenstruasi (ISPMD).
Untuk menjamin keaslian produk, Anda dapat membeli Menses melalui:
Belanja di toko resmi memberikan keamanan, keaslian produk, dan kemudahan dalam mendapatkan informasi maupun promo terbaru.
Menstruasi
Pahami keamanan, risiko kehamilan, IMS, dan tips menjaga kenyamanan saat berhubungan intim ketika haid.
Menstruasi
Payudara nyeri menjelang haid? Kenali penyebab, cara mengatasinya, dan tanda yang perlu diwaspadai.
Menstruasi
Sembelit menjelang haid bisa dipengaruhi hormon dan kebiasaan sehari-hari.
Menstruasi
Diare sebelum haid bisa terjadi akibat perubahan hormon dan prostaglandin yang memengaruhi gerakan usus.
Menstruasi
Jangan mudah percaya mitos soal haid. Kenali fakta menstruasi yang sebenarnya.