Diagnosis Nyeri Haid: Bagaimana Cara Mengetahui Penyebabnya?
10 Oct 2026 23:30 WIB

Diagnosis Nyeri Haid: Bagaimana Cara Mengetahui Penyebabnya?

Kenali cara dokter mencari penyebab nyeri haid dan kapan aku perlu memeriksakannya.

Diagnosis Nyeri Haid: Bagaimana Cara Mengetahui Penyebabnya?

Nyeri haid memang umum. Tapi kalau sakitnya parah, makin sering, atau bikin aktivitas terganggu, aku nggak boleh cuma menganggapnya sebagai nyeri biasa. Kita harus belajar bagaimana diagnosis nyeri haid.

Diagnosis nyeri haid dimulai dari cerita tentang gejala dan siklus menstruasi. Dokter bisa melakukan pemeriksaan fisik atau USG bila diperlukan (ACOG, 2020).

Simak Juga: Gejala Nyeri Haid yang Sering Terjadi

Bagaimana Diagnosis Nyeri Haid Dilakukan?

Diagnosis Nyeri Haid: Bagaimana Cara Mengetahui Penyebabnya?

1. Ceritakan gejalanya

Aku akan ditanya soal:

  • Kapan nyeri mulai?
  • Berapa lama?
  • Seberapa sakit?
  • Apakah mengganggu aktivitas?

Catat juga tanggal haid, lama perdarahan, lokasi nyeri, dan gejala lain.

2. Pemeriksaan fisik

Dokter bisa memeriksa perut atau panggul jika diperlukan.

Tujuannya untuk mencari tanda penyebab tertentu. Pemeriksaan panggul tidak selalu diperlukan (ACOG, 2018).

3. USG jika diperlukan

USG bisa membantu melihat kondisi organ panggul.

Misalnya untuk mencari kista, fibroid, atau kelainan lain. Pada dugaan endometriosis, USG juga dapat membantu proses pemeriksaan (NICE, 2024).

4. Pemeriksaan lanjutan

Kalau penyebabnya belum jelas, dokter bisa menyarankan pemeriksaan lain.

Pada kondisi tertentu, laparoskopi dapat dipertimbangkan (ACOG, 2020).

Kapan Aku Perlu ke Dokter?

Jangan abaikan kalau nyeri:

  • Sangat berat atau makin parah.
  • Mengganggu aktivitas.
  • Tidak membaik dengan penanganan biasa.
  • Disertai perdarahan tidak normal.
  • Disertai nyeri saat BAB atau berhubungan seksual.

Keluhan seperti ini bisa membuat dokter mencari kemungkinan endometriosis atau penyebab lain (NICE, 2024).

Simak Juga: Penyebab Nyeri Haid dan Kenapa Bisa Terasa Sakit

Kesimpulan

Diagnosis nyeri haid bukan cuma soal “sakitnya seberapa?”

Dokter juga melihat siklus, gejala lain, pemeriksaan fisik, dan bila perlu USG.

Jadi, kalau nyerinya terasa nggak wajar, lebih baik cerita ke dokter daripada menahannya sendiri.

FAQ

Apakah nyeri haid perlu USG?

Nggak selalu. USG dilakukan jika diperlukan untuk mencari penyebab tertentu.

Bisa diagnosis nyeri haid sendiri?

Kita bisa mencatat gejalanya. Tapi penyebabnya tetap perlu dinilai dokter.

Nyeri haid parah bisa tanda endometriosis?

Bisa. Terutama jika nyerinya berat dan mengganggu aktivitas.

Apakah pemeriksaan panggul selalu diperlukan?

Tidak. Pemeriksaan disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Kapan harus ke dokter?

Kalau nyeri sangat berat, makin parah, sering kambuh, atau mengganggu aktivitas.

Referensi Ilmiah

  1. ACOG. 2020. Dysmenorrhea: Painful Periods.
  2. ACOG. 2018. The Utility of and Indications for Routine Pelvic Examination.
  3. NICE. 2024. Endometriosis: Diagnosis and Management (NG73).
  4. NICE. 2018, updated. Heavy Menstrual Bleeding: Assessment and Management (NG88).
  5. ACOG. Ultrasound Exams.

Dapatkan Menses di Official Store

Untuk menjamin keaslian produk, Anda dapat membeli Menses melalui:

Belanja di toko resmi memberikan keamanan, keaslian produk, dan kemudahan dalam mendapatkan informasi maupun promo terbaru.