Boleh Keramas Saat Haid atau Sebaiknya Ditunda? Yuk, Cari Tahu Jawabannya!
04 Sep 2026 17:59 WIB

Boleh Keramas Saat Haid atau Sebaiknya Ditunda? Yuk, Cari Tahu Jawabannya!

Keramas saat haid tetap boleh. Kenali fakta medisnya dan tips agar tetap bersih, segar, dan nyaman selama menstruasi.

Boleh Keramas Saat Haid atau Sebaiknya Ditunda? Yuk, Cari Tahu Jawabannya!

Pernah dengar larangan keramas ketika sedang menstruasi? Karena informasi ini masih sering beredar, wajar kalau muncul pertanyaan, boleh keramas saat haid atau justru harus menunggu menstruasi selesai?

Jawabannya, boleh. Tidak ada bukti medis yang menunjukkan bahwa mencuci rambut saat menstruasi dapat menghentikan darah haid, membuat darah “tertahan”, atau mengganggu siklus menstruasi. Menstruasi terjadi karena perubahan hormon yang memicu lapisan rahim untuk luruh, sehingga prosesnya tidak dikendalikan oleh rambut atau kulit kepala.

Simak juga Telat Haid, Nyeri Menstruasi, dan Siklus Tidak Teratur? Kenali Penyebabnya dan Cara Mengatasinya!

Bahkan, kebersihan tubuh merupakan bagian dari pengelolaan kebersihan menstruasi. WHO/UNICEF memasukkan penggunaan air dan sabun untuk membersihkan tubuh sesuai kebutuhan sebagai bagian dari menstrual hygiene management (UNICEF, 2019).

Boleh Keramas Saat Haid atau Tidak?

Boleh Keramas Saat Haid atau Sebaiknya Ditunda? Yuk, Cari Tahu Jawabannya!

Boleh keramas saat haid dan tidak ada alasan medis bagi orang yang sehat untuk sengaja menundanya hanya karena sedang menstruasi. Kamu dapat mandi dan mencuci rambut seperti hari biasa dengan air bersuhu nyaman serta produk perawatan rambut yang biasa digunakan.

Pedoman UNICEF mengenai kesehatan dan kebersihan menstruasi justru menekankan pentingnya akses terhadap air, fasilitas untuk membersihkan tubuh, serta kebersihan selama menstruasi (UNICEF, 2019).

Sebuah systematic review mengenai menstrual health and hygiene juga menunjukkan bahwa kebersihan pribadi merupakan bagian penting dari pengelolaan menstruasi yang baik (International Journal of Sexual Health, 2022).

Namun, perlu dibedakan antara bukti mengenai kebersihan saat menstruasi dan penelitian khusus mengenai keramas. Sampai saat ini, penelitian klinis yang secara khusus membandingkan orang yang keramas dan tidak keramas untuk melihat perubahan volume atau lama menstruasi masih sangat terbatas.

Jadi, tidak tepat jika mengatakan keramas memiliki efek khusus terhadap darah menstruasi.

Kenapa Ada Mitos Tidak Boleh Keramas Saat Haid?

Pertanyaan boleh keramas saat haid banyak muncul karena larangan mandi atau mencuci rambut saat menstruasi masih ditemukan dalam berbagai budaya.

Systematic review yang melibatkan penelitian mengenai menstrual hygiene di India, misalnya, menemukan adanya berbagai pembatasan saat menstruasi. Beberapa perempuan bahkan menghindari mandi karena kekhawatiran bahwa mandi dapat menimbulkan masalah kesehatan, meskipun kekhawatiran tersebut bukan bukti bahwa mandi memang berbahaya (BMJ Open, 2016).

Hal serupa juga ditemukan lebih dekat dengan Indonesia. Penelitian kualitatif terhadap remaja perempuan di Bali menemukan bahwa pembatasan kebersihan pribadi, termasuk mandi dan mencuci rambut saat menstruasi, masih menjadi salah satu mitos yang ditemui remaja (Sexual and Reproductive Health Matters, 2025).

Temuan tersebut menunjukkan bahwa mitos mengenai keramas saat menstruasi memang masih beredar. Namun, keberadaan suatu kepercayaan tidak berarti kepercayaan itu telah terbukti secara medis.

Apakah Keramas Bisa Menghentikan atau Mempercepat Haid?

Tidak ada bukti klinis yang menunjukkan bahwa keramas dapat langsung mempercepat, memperlambat, atau menghentikan menstruasi.

Menstruasi terjadi ketika kadar hormon berubah dan lapisan dalam rahim atau endometrium luruh. Jika kehamilan tidak terjadi, perubahan hormonal memberi sinyal agar lapisan tersebut dilepaskan sebagai darah menstruasi (NICHD, n.d.).

Proses tersebut terjadi di sistem reproduksi. Sementara itu, keramas hanya membersihkan rambut dan kulit kepala.

Karena itu, keramas tidak memiliki mekanisme yang diketahui dapat menghentikan proses peluruhan endometrium.

Lalu, bagaimana kalau setelah keramas darah haid terlihat lebih sedikit?

Hal tersebut tidak otomatis berarti keramaslah penyebabnya. Jumlah darah menstruasi memang dapat berubah dari satu hari ke hari lainnya. Darah biasanya lebih banyak pada bagian tertentu dari periode menstruasi dan kemudian berangsur berkurang.

Pengalaman pribadi setelah keramas juga tidak dapat digunakan sebagai bukti sebab-akibat. Dalam penelitian remaja di Bali, misalnya, terdapat peserta yang mengaitkan rambut yang dicuci dengan menstruasi yang terasa lebih cepat selesai. Penelitian tersebut justru menggambarkan bagaimana pengalaman pribadi dapat memengaruhi kepercayaan terhadap mitos menstruasi, bukan membuktikan bahwa keramas memperpendek menstruasi (Sexual and Reproductive Health Matters, 2025).

Apakah Keramas Saat Haid Bisa Membuat Darah Membeku?

Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa mencuci rambut membuat darah menstruasi membeku di dalam tubuh.

Darah haid berasal dari peluruhan endometrium dan keluar melalui vagina. Suhu air yang mengenai rambut tidak menghentikan proses tersebut.

Jadi, anggapan bahwa boleh keramas saat haid hanya jika menggunakan jenis air tertentu juga tidak didukung bukti medis yang kuat.

Kamu dapat memilih suhu air berdasarkan kenyamanan tubuh.

Lebih Baik Keramas Pakai Air Hangat atau Air Dingin?

Baik air hangat maupun air yang lebih sejuk dapat digunakan selama suhunya nyaman bagi tubuh.

Jika sedang mengalami kram menstruasi, mandi dengan air hangat mungkin terasa lebih menenangkan. Namun, perlu dicatat bahwa penelitian yang tersedia lebih banyak membahas terapi panas lokal, seperti heating pad atau kompres hangat, bukan efek keramas dengan air hangat.

Systematic review dan meta-analysis dalam Scientific Reports menemukan bahwa terapi panas berpotensi membantu mengurangi nyeri pada dismenore primer. Akan tetapi, peneliti juga menekankan keterbatasan jumlah dan ukuran studi yang tersedia (Scientific Reports, 2018).

Jadi, air hangat boleh dipilih untuk kenyamanan. Namun, jangan menganggap keramas dengan air hangat sebagai pengobatan khusus untuk nyeri menstruasi.

Apa Manfaat Keramas Saat Menstruasi?

Tidak ada “manfaat khusus menstruasi” yang hanya bisa diperoleh dari keramas. Manfaat utamanya sama seperti hari biasa, yaitu membantu menjaga rambut dan kulit kepala tetap bersih serta membuat tubuh terasa lebih nyaman.

Saat sedang haid, sebagian orang lebih mudah merasa gerah, berkeringat, atau tidak nyaman. Dalam situasi seperti ini, mandi sekaligus mencuci rambut dapat menjadi bagian dari rutinitas kebersihan pribadi.

Penelitian mengenai menstrual hygiene menunjukkan bahwa akses terhadap fasilitas mandi, air, sabun, serta praktik kebersihan yang memadai merupakan bagian dari pengelolaan menstruasi yang sehat dan bermartabat (International Journal of Sexual Health, 2022; PLOS ONE, 2024).

Karena itu, pertanyaan boleh keramas saat haid sebaiknya tidak membuat kamu takut menjalankan rutinitas kebersihan yang biasanya dilakukan.

Tips Aman dan Nyaman Keramas Saat Haid

Keramas tidak membutuhkan prosedur khusus hanya karena kamu sedang menstruasi. Namun, beberapa hal sederhana bisa membuat aktivitas ini terasa lebih nyaman.

Pertama, pilih air dengan suhu yang nyaman. Tidak perlu menggunakan air yang sangat panas karena air terlalu panas justru dapat membuat sebagian orang merasa kurang nyaman.

Kedua, gunakan sampo seperti biasanya. Tidak ada kebutuhan medis untuk mengganti sampo hanya karena sedang haid.

Ketiga, jika tubuh terasa lemas atau pusing, jangan memaksakan diri berdiri terlalu lama di kamar mandi. Beristirahatlah terlebih dahulu dan berhati-hatilah karena lantai kamar mandi yang basah dapat meningkatkan risiko terpeleset.

Keempat, keringkan rambut dengan nyaman setelah keramas. Rambut basah tidak membuat darah menstruasi berhenti maupun “masuk kembali” ke tubuh.

Jadi, boleh keramas saat haid selama kondisi tubuh memungkinkan dan kamu merasa nyaman melakukannya.

Lihat Juga: Fakta Menstruasi yang Jarang Dibahas, Padahal Penting untuk Kamu Tahu!

Keramas Bukan Satu-Satunya Bagian dari Kebersihan Menstruasi

Menjaga kebersihan saat menstruasi tidak berhenti pada mandi atau mencuci rambut.

WHO/UNICEF mendefinisikan menstrual hygiene management sebagai penggunaan bahan menstruasi yang bersih, menggantinya sesuai kebutuhan, memiliki privasi, menggunakan sabun dan air untuk membersihkan tubuh, serta memiliki fasilitas yang aman untuk membuang produk menstruasi (UNICEF, 2019).

Systematic review terbaru juga menemukan bahwa intervensi edukasi menstrual hygiene dapat meningkatkan pengetahuan serta sejumlah praktik kebersihan menstruasi, termasuk kebiasaan mandi (PLOS ONE, 2024).

Artinya, daripada berfokus pada larangan keramas yang belum terbukti, lebih baik memperhatikan kebersihan menstruasi secara menyeluruh.

Kapan Sebaiknya Tidak Keramas?

Tidak ada waktu tertentu dalam siklus menstruasi yang secara medis mewajibkan kamu menghindari keramas.

Namun, kamu boleh menundanya sementara bila tubuh sedang sangat lemas, pusing, mual, atau nyeri hingga sulit berdiri. Alasannya bukan karena rambut tidak boleh terkena air, tetapi karena keselamatan dan kenyamanan tubuh lebih penting.

Jika keluhan saat haid sangat berat, terus berulang, mengganggu sekolah atau pekerjaan, atau perdarahan tiba-tiba jauh lebih banyak dibanding biasanya, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Nyeri menstruasi yang berat juga tidak perlu dianggap sebagai sesuatu yang selalu “normal”. Evaluasi medis dapat membantu mencari tahu apakah terdapat kondisi lain yang perlu ditangani.

Jika kamu sering mengalami nyeri haid yang mengganggu aktivitas, kamu juga dapat mempertimbangkan penggunaan produk herbal yang membantu mendukung kenyamanan selama menstruasi. Menses Kapsul Obat Herbal Pelancar Haid & Pereda Nyeri Menstruasi Alami hadir untuk membantu meredakan nyeri haid dan mendukung kelancaran siklus menstruasi, sehingga kamu dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.

Jadi, Boleh Keramas Saat Haid?

Jadi, boleh keramas saat haid dan tidak perlu menunggu menstruasi selesai. Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa mencuci rambut membuat darah haid berhenti, menggumpal di tubuh, atau mengganggu proses menstruasi.

Menstruasi berlangsung karena perubahan hormon dan peluruhan lapisan rahim, bukan karena kondisi rambut atau kulit kepala. Kebersihan tubuh dengan akses terhadap air dan fasilitas mencuci justru menjadi bagian dari pengelolaan kebersihan menstruasi yang baik (UNICEF, 2019).

Kalau air hangat membuat tubuh terasa lebih nyaman, kamu boleh menggunakannya. Yang terpenting, pilih cara mandi dan keramas yang aman serta sesuai kondisi tubuhmu.

FAQ

Apakah boleh keramas saat haid hari pertama?

Ya, boleh keramas saat haid sejak hari pertama. Tidak ada bukti medis yang mengharuskan seseorang menunggu hingga hari tertentu untuk mencuci rambut.

Apakah keramas saat haid membuat darah berhenti?

Tidak ada bukti klinis bahwa keramas dapat menghentikan darah menstruasi. Menstruasi dikendalikan oleh perubahan hormon dan peluruhan endometrium, bukan oleh rambut atau kulit kepala.

Apakah keramas saat haid bisa membuat darah membeku?

Tidak ada bukti yang menunjukkan hal tersebut. Air yang mengenai rambut tidak menyebabkan darah menstruasi membeku atau tertahan di dalam rahim.

Apakah boleh keramas saat haid menggunakan air dingin?

Boleh. Pilih suhu air yang membuat tubuh nyaman. Belum ada bukti yang menunjukkan bahwa air dingin ketika keramas dapat menghentikan atau memperburuk menstruasi.

Apakah air hangat bagus saat sedang haid?

Air hangat boleh digunakan bila terasa nyaman. Bukti penelitian menunjukkan terapi panas lokal dapat membantu mengurangi nyeri haid pada sebagian orang, tetapi bukti tersebut tidak secara khusus membuktikan bahwa keramas dengan air hangat mengobati nyeri menstruasi (Scientific Reports, 2018).

Kenapa masih ada larangan keramas saat menstruasi?

Larangan tersebut banyak berkaitan dengan mitos, tradisi, atau informasi yang diwariskan. Penelitian di Indonesia juga menemukan bahwa pembatasan mandi dan mencuci rambut termasuk mitos menstruasi yang masih ditemui sebagian remaja (Sexual and Reproductive Health Matters, 2025).

Referensi Ilmiah

  1. UNICEF. 2019. Guidance on Menstrual Health and Hygiene. UNICEF Programme Division/WASH. UNICEF Guidance on Menstrual Health and Hygiene
  2. Sood S, Stevens S, Okumura M, Hauer M, Ramaiya A. 2022. A Systematic Review of Menstrual Health and Hygiene Management (MHHM) as a Human Right for Adolescents Girls. International Journal of Sexual Health, 34(3), 483–502. DOI: 10.1080/19317611.2022.2050874.
  3. van Eijk AM, Sivakami M, Thakkar MB, et al. 2016. Menstrual hygiene management among adolescent girls in India: a systematic review and meta-analysis. BMJ Open, 6(3):e010290. DOI: 10.1136/bmjopen-2015-010290.
  4. Betsu BD, Medhanyie AA, Gebrehiwet TG, Wall LL. 2024. Menstrual hygiene management interventions and their effects on schoolgirls' menstrual hygiene experiences in low and middle countries: A systematic review. PLOS ONE, 19(8):e0302523. DOI: 10.1371/journal.pone.0302523.
  5. Suttor H, Yamayanti KP, Astiti NLEP, et al. 2025. Seeking and encountering online information for menstrual health: a qualitative study among adolescent schoolgirls in Gianyar Regency and Denpasar City, Bali, Indonesia. Sexual and Reproductive Health Matters, 32(1):2445936. DOI: 10.1080/26410397.2024.2445936.
  6. Jo J, Lee SH. 2018. Heat therapy for primary dysmenorrhea: A systematic review and meta-analysis of its effects on pain relief and quality of life. Scientific Reports, 8:16252. DOI: 10.1038/s41598-018-34303-z.
  7. Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child Health and Human Development (NICHD). n.d. Menstruation and the Menstrual Cycle. NICHD Menstruation Fact Sheet

Dapatkan Menses di Official Store

Untuk menjamin keaslian produk, Anda dapat membeli Menses melalui:

Belanja di toko resmi memberikan keamanan, keaslian produk, dan kemudahan dalam mendapatkan informasi maupun promo terbaru.