Iritasi Akibat Pembalut: Ini Penyebab, Ciri-Ciri, dan Cara Mengatasinya
15 Oct 2026 12:40 WIB

Iritasi Akibat Pembalut: Ini Penyebab, Ciri-Ciri, dan Cara Mengatasinya

Kenali ciri-ciri Iritasi Akibat Pembalut dan cara mengatasinya agar menstruasi tetap nyaman.

Iritasi Akibat Pembalut: Ini Penyebab, Ciri-Ciri, dan Cara Mengatasinya

Iritasi akibat pembalut bisa menyebabkan gatal, kemerahan, dan perih. Keluhan ini biasanya muncul di kulit yang bersentuhan dengan pembalut.

Penyebabnya bisa berupa gesekan, kelembapan, atau bahan tertentu. Namun, gatal juga bisa disebabkan oleh infeksi atau masalah kulit lain.

Simak Juga: Ukuran Pembalut Wanita dari 23 cm hingga 42 cm, Apa Bedanya?

Apa Penyebab Iritasi Pembalut?

Iritasi Akibat Pembalut: Ini Penyebab, Ciri-Ciri, dan Cara Mengatasinya

Beberapa penyebab iritasi pembalut meliputi:

  • Gesekan: Pembalut bergesekan dengan kulit.
  • Kelembapan: Keringat dan darah menstruasi membuat kulit lembap.
  • Bahan pembalut: Pewangi atau perekat bisa memicu reaksi kulit.
  • Jarang mengganti pembalut: Kulit bisa semakin lembap dan tidak nyaman.

Dermatitis kontak merupakan peradangan kulit akibat iritasi atau alergi terhadap bahan tertentu (Contact Dermatitis, 2023).

Apa Ciri-Ciri Iritasi Pembalut?

Apa Ciri-Ciri Iritasi Pembalut?

Ciri-ciri iritasi pembalut yang umum meliputi:

  • Kulit kemerahan.
  • Rasa gatal.
  • Sensasi perih atau panas.
  • Ruam dan kulit lecet.
  • Nyeri akibat gesekan.

Gejala bisa muncul di area yang bersentuhan dengan pembalut. Namun, gatal disertai keputihan tidak biasa bisa menandakan masalah lain.

Bagaimana Cara Atasi Iritasi Pembalut?

Bagaimana Cara Atasi Iritasi Pembalut?

Lakukan beberapa langkah berikut:

  1. Ganti pembalut. Pilih produk tanpa pewangi.
  2. Bersihkan area intim. Gunakan air dan hindari sabun berpewangi.
  3. Keringkan kulit. Tepuk perlahan dengan handuk bersih.
  4. Pilih pakaian nyaman. Gunakan pakaian dalam berbahan katun.
  5. Ganti pembalut secara teratur. Jangan biarkan kulit terlalu lembap.

Hindari menggaruk area yang gatal. Jangan gunakan krim sembarangan pada area intim.

Baca Juga: Apakah Pembalut Bekas Pakai Harus Dicuci atau Tidak?

Kapan Harus ke Dokter?

Periksa ke dokter jika iritasi semakin parah atau tidak membaik. Segera periksa jika muncul luka, bengkak berat, nyeri hebat, atau demam.

Kesimpulan

Iritasi pembalut bisa disebabkan oleh gesekan, kelembapan, atau bahan tertentu. Hentikan pemakaian produk pemicu dan jaga area intim tetap bersih serta kering.

FAQ

Apakah iritasi pembalut bisa sembuh sendiri?

Iritasi ringan bisa membaik setelah pemicunya dihindari. Jika keluhan menetap, periksakan diri ke dokter.

Apakah pembalut bisa menyebabkan gatal?

Bisa. Gesekan, kelembapan, dan bahan tertentu dapat memicu gatal.

Apakah iritasi pembalut berbahaya?

Iritasi ringan biasanya tidak berbahaya. Namun, luka atau nyeri berat perlu diperiksa.

Bagaimana cara mencegah iritasi pembalut?

Pilih pembalut tanpa pewangi. Ganti secara teratur dan jaga area intim tetap kering.

Apakah iritasi pembalut sama dengan infeksi jamur?

Tidak. Keduanya bisa menimbulkan gatal. Dokter dapat membantu memastikan penyebabnya.

Referensi Ilmiah

  1. Vandeweege S, et al. 2023. A systematic review of allergic and irritant contact dermatitis of the vulva. PubMed
  2. American College of Obstetricians and Gynecologists. Disorders of the Vulva. ACOG
  3. Cleveland Clinic. Vulvar Dermatitis. Cleveland Clinic
  4. American Academy of Dermatology. Contact Dermatitis: Treatment. AAD
  5. Woodruff CM, et al. 2018. Allergic Contact Dermatitis of the Vulva. PubMed
  6. Sand FL, Thomsen SF. 2018. Skin diseases of the vulva: eczematous diseases and contact urticaria. PubMed

Dapatkan Menses di Official Store

Untuk menjamin keaslian produk, Anda dapat membeli Menses melalui:

Belanja di toko resmi memberikan keamanan, keaslian produk, dan kemudahan dalam mendapatkan informasi maupun promo terbaru.